Pelaku pembuatan Makam keramat palsu di Desa Seuat mengaku bersalah dan meminta maaf kepada masyarakat

SERANG|INTIP24NEWS.COM-
Suhada ( 50 tahun ), terduga pelaku pembuatan makam keramat palsu mengaku bersalah dan meminta maaf kepada seluruh warga masyarakat Kampung Kamadean Desa Seuat Kecamatan Petir Kabupaten Serang Provinsi Banten.

Hal ini disampaikan Suhada dihadapan tokoh masyarakat Desa Seuat , Ketua MUI dan Kalangan Ulama dan Umaro se Kecamatan Petir di Kediaman Ustad Ilyas Desa Seuat , pada Selasa (03/06/2025 )

Dengan berbahasa Sunda, Suhada menyatakan bahwa dirinya meminta maaf atas kesalahannya ( membangun Makam makam palsu – Red. )

“Abdi nyuhunkeun dihampura , abdi berjanji tidak akan mengulangi lagi.
Apabila abdi mengulangi tolong dihukuman, nyuhunkeun dihampura ka jamaah kaum Muslimin, abdi berjanji tidak akan mengulangi lgi, abdi moal ngalakukeun deui..( Saya memohon maaf, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi. Apabila saya mengulangi silahkan saya dihukum.
Saya meminta maaf kepada kaum Muslimin, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi – Red. ) Tuturnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu Ketua MUI Kecamatan Petir , KH. Nasirudin, menegaskan bahwa pihaknya telah duduk bersama dengan Pelaku pembangunan Makam palsu yang telah menimbulkan kegaduhan.
Namun akhirnya pelaku telah mengakui kesalahan serta permohonan maaf kepada semua kaum muslimin muslimat.

“Ringkas kata, kami Alhamdulillah dengan para Tokoh pengurus MUI dan pihak Desa. Ditempat ini kami telah duduk bareng dengan Suhada pelaku pembuatan makam Palsu.
Dia mengakui salah dan telah meminta maaf kepada seluruh Muslimin dan Muslimat.” Tandasnya.

Ditempat yang sama, Tokoh masyarakat dan Ulama Desa Seuat , Kyai Ilyas menyampaikan terima kasih kepada Pihak MUI Petir yang telah melakukan upaya penyadaran kepada pelaku. Pihaknya berharap agar pelaku kedepannya bisa berbaur dengan masyarakat untuk mengikuti pengajian bersama masyarakat agar tidak terbawa pada kesesatan.

“Kepada pak Suhada , tolong kedepan kalau ada pengajian , ikuti pengajian jangan melakukan kesalahan lagi dan agar kehidupan kita sejalan dengan ajaran Agama.” Harapnya.
( WS/ TLS )

Pos terkait