Sekutu AS Yordania: Tempuh Semua Opsi Hentikan Serangan Israel atas Gaza

INTIP24 – Perdana Menteri Yordania Bisher al Khasawneh menanggapi dengan keras kegagalan Israel dalam membedakan sasaran militer dan sipil dalam pemboman dan invasi di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 9000 warga sipil, 4000 diantaranya anak-snak.

Bisher al Khasawneh mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya menempuh “semua opsi” dalam menanggapi apa yang mereka sebut sebagai kegagalan Israel membedakan sasaran militer dan sipil dalam peningkatan pemboman dan invasi di Jalur Gaza.

Sebelumnya Yordania juga telah menarik duta besarnya dari Israel sebagai protes atas serangan negara Yahudi itu di Gaza sebagai respon serangan lintas perbatasan oleh Hamas pada 7 Oktober.

Yordania mengumumkan pekan lalu bahwa duta besar Israel, yang meninggalkan Amman tak lama setelah serangan Hamas, tidak akan diizinkan kembali, dan secara efektif menyatakan bahwa dia adalah persona non grata.

Bacaan Lainnya

“Semua opsi tersedia bagi Yordania dalam menghadapi agresi Israel di Gaza dan dampaknya,” ujar Khasawneh, yang negaranya menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada tahun 1994.

Seperti dilaporkan media resmi negara itu,
Khasawneh menyebut pengepungan Israel di Gaza yang padat penduduknya bukanlah upaya membela diri seperti yang mereka katakan.

“Serangan brutal Israel tidak membeda-bedakan sasaran sipil dan militer dan meluas ke wilayah aman (rumah sakit) dan ambulans,” imbuhnya.

Sementara itu, Israel membantah sengaja menargetkan sasaran sipil di daerah padat penduduk, seraya mengatakan bahwa Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, menggali terowongan di bawah rumah sakit dan menggunakan ambulans untuk mengangkut para pejuangnya.





Pos terkait