Subagyo, Calon Lurah Bulurejo dengan Konsep Ibadah dan Pengabdian untuk Warga

Gunungkidul, intip24news.com

Semangat pengabdian kembali berkobar di Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Bapak Subagiyo,S.Pd.MM, 63 tahun, seorang putra daerah memutuskan pulang kampung ke Dusun Keringan Lor RT 02/06 Kalurahan Bulurejo untuk maju sebagai Calon Lurah Bulurejo.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dorongan kuat dari warga masyarakat dan restu keluarga menjadi bahan bakar utama beliau untuk mengabdikan sisa tenaga dan pikiran bagi kemajuan kampung halaman.

Pulang Kampung Demi Membangun Bulurejo
Setelah sekian lama mengabdikan diri di dunia pendidikan dan pemerintahan, Subagiyo memilih kembali ke akar.
“Saya pulang ke kampung halaman di Keringan Lor dengan satu niat: ingin membangun Kalurahan Bulurejo untuk mengabdi kepada warga masyarakat dan negara,” ujar Subagiyo saat ditemui di kediamannya.

Bacaan Lainnya

Bagi beliau, jabatan lurah bukan sekadar posisi, melainkan amanah dan ladang ibadah.

Maju Atas Dorongan Warga dan Restu Keluarga
Pencalonan Subagiyo muncul atas desakan warga yang rindu sosok pemimpin yang dekat, jujur, dan berpengalaman.
“Saya maju atas dorongan warga masyarakat dan alhamdulillah di restui sama keluarga, Ini bukan ambisi pribadi, tapi panggilan untuk melayani,” jelasnya.

Dukungan warga menjadi modal utama. Banyak yang menilai pengalaman pendidikan dan manajerial beliau S.Pd.MM bisa membawa perubahan nyata bagi Bulurejo.

Visi: Ibadah, Kerja Sama, dan Transparansi
Subagiyo membawa konsep “Ibadah dan Pengabdian” sebagai landasan memimpin. Menurutnya, membangun desa harus dimulai dari hati yang ikhlas melayani.

3 Pilar utama programnya:

  1. Mempererat Kerja Sama → Menguatkan gotong royong antara pemerintah kalurahan dan warga. Semua elemen masyarakat dirangkul, tidak ada yang ditinggalkan.
  2. Team Work yang Solid → “Apabila bisa jadi Lurah, saya akan membentuk team work yang lebih bagus, jujur dan transparan. Birokrasi harus cepat, tepat, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
  3. Pembangunan Bersama → Fokus pada pemberdayaan UMKM, infrastruktur dusun, pendidikan, dan pelestarian budaya lokal Bulurejo.

“Kalurahan ini rumah kita bersama. Mari kita bangun bersama-sama,” ajaknya.

Figur Pendidik yang Merakyat
Dengan latar belakang http://S.Pd.MM, Subagiyo dikenal sebagai sosok pendidik yang disiplin namun merakyat. Usia 63 tahun tidak menjadi penghalang. Justru pengalaman dan kedewasaan beliau dinilai warga sangat dibutuhkan untuk menahkodai Bulurejo ke arah yang lebih maju.

Warga Keringan Lor dan Bulurejo pada umumnya menyambut baik niat baik ini. Harapannya, ke depan Kalurahan Bulurejo bisa menjadi kalurahan yang mandiri, sejahtera, dan menjadi contoh di Kapanewon Semin.
(Red)



Pos terkait