Suparna Komitmen Lanjutkan Pembangunan Kalurahan Kampung

Gunungkidul, intip24news.com

Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen,Kabupaten Gunungkidul DIY Mengusung semangat pengabdian, Suparna, SE menyatakan kesiapannya untuk kembali memimpin Kalurahan Kampung. Setelah 13 tahun 8 bulan menjabat sebagai Lurah, ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan demi kesejahteraan warga.

Keputusan itu disampaikan Suparna di tengah capaian besar yang telah diraih bersama Pamong, RT, RW dan seluruh elemen masyarakat selama 2 periode kepemimpinannya di Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Salah satu persoalan krusial yang berhasil diselesaikan adalah penyediaan air bersih untuk seluruh warga Kalurahan Kampung.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, masalah air bersih yang dulu menjadi keluhan utama warga kini sudah teratasi. Ini bukti nyata bahwa dengan kerja bersama, kita bisa menyelesaikan masalah mendasar,” ujar Suparna.

Keberhasilan ini menjadi fondasi penting untuk melangkah ke program strategis berikutnya.

Konsentrasi ke Sertifikasi Tanah Melalui PTSL
Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, fokus 10 tahun terakhir bersama jajaran pamong diarahkan pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap / PTSL.

Tujuannya jelas: memberikan perlindungan hukum atas aset tanah milik warga.
“Tanah bersertipikat adalah modal utama untuk masa depan anak cucu. Dengan legalitas yang jelas, masyarakat bisa memanfaatkan tanahnya untuk modal usaha, mengembangkan UMKM, tanpa harus menjual asetnya,” jelas Suparna.

Program ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mencegah potensi konflik agraria di 15 Padukuhan.

Pengabdian Lillahi Ta’ala, Bukan Mengejar Jabatan
Dengan pengalaman panjang di pemerintahan kalurahan, Suparna menegaskan niatnya maju kembali murni untuk mengabdi.

“Dengan niat lillahi ta’ala, saya ingin melanjutkan pengabdian. Saya bangga menjadi Lurah bukan karena kedudukan dan jabatan. Lebih dari itu, saya ingin hidup saya lebih bermanfaat untuk orang lain,” ungkapnya.

Ia berkomitmen memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam pembangunan. Prinsip yang ia pegang: pelayanan harus merata, adil, dan transparan.

“Kita lanjutkan bersama membangun Kampung yang AYEM TENTREM. Guyub, rukun, dan sejahtera,” pungkasnya.

Mohon Doa dan Dukungan Warga
Di akhir, Suparna memohon doa restu dan dukungan seluruh warga Kalurahan Kampung agar diberi kelancaran untuk melanjutkan pengabdian.

“Saya menyadari tanpa dukungan Bapak Ibu semua, saya tidak bisa berbuat banyak. Mari kita jaga dan bangun Kampung kita bersama-sama,” tutupnya.
(Dwi Adi)



Pos terkait