Warga Antusias Sambut Bedolan Pamarayan

SERANG|INTIP24News.com – Kembalinya tradisi Bedolan Pamarayan tahun ini memperlihatkan kuatnya antusiasme masyarakat dalam mempertahankan adat dan budaya lokal. Meski disambut meriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menegaskan akan mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan kegiatan ini sebelum memutuskan kelanjutan tradisi tersebut pada tahun mendatang.

Evaluasi mendalam sangat diperlukan untuk menilai sejauh mana manfaat kegiatan bagi masyarakat, sekaligus mengidentifikasi serta mengendalikan potensi risiko yang dapat berdampak pada warga maupun sektor pertanian.

Salah satu dampak yang menjadi perhatian serius adalah pemulihan pasokan air. Menurut pejabat terkait, Suhardjo, pasokan air pasca-kegiatan membutuhkan waktu beberapa hari agar bisa sepenuhnya stabil.

“Untuk pemulihannya butuh waktu lima sampai tujuh hari. Setelah itu aliran kembali normal sehingga dampaknya diharapkan bisa diminimalkan,” ujar Suhardjo.

Bacaan Lainnya

Selain mengevaluasi dampak sosial dan lingkungan, pemerintah juga memprioritaskan pemeliharaan infrastruktur utama. Pemeriksaan bangunan bendungan tetap menjadi fokus perhatian pemerintah guna memastikan kondisi fisik pengairan dan irigasi tetap terjaga dengan baik.

Sebagai informasi, tradisi ini sempat vakum cukup lama. Suhardjo menyebutkan bahwa pelaksanaan Bedolan Pamarayan sebelumnya berlangsung pada tahun 2019 silam, saat dirinya masih menjabat di Dinas Perikanan.

Setelah itu, kegiatan tahunan ini tidak pernah lagi dilaksanakan hingga baru kembali digelar pada tahun ini.Pada akhirnya, keberlanjutan tradisi legendaris Bedolan Pamarayan di masa depan akan sangat bergantung pada hasil evaluasi total, kematangan kesiapan pengamanan, serta kemampuan pihak penyelenggara dalam meminimalkan risiko bagi masyarakat luas.

( Red-TLP )

img Warga Antusias Sambut Bedolan Pamarayan

Pos terkait