SERANG | Intip24News.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Banten, Yudha Ganda Putra, menegaskan komitmennya untuk mengawal secara optimal pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran di Provinsi Banten.
Hal tersebut disampaikan Yudha Ganda Putra dalam wawancara dengan Wartawan Media Online Intip24News, Pada Senin ( 02/02/2026 ), usai dirinya ditunjuk sebagai Plt Kepala BKKBN Perwakilan Banten.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan wartawan yang selama ini telah membantu mengawal dan menyukseskan Program Bangga Kencana di Provinsi Banten. Penugasan ini merupakan amanah langsung dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga kepada saya untuk mengawal program Bangga Kencana di Banten,” ujar Yudha.
Yudha menjelaskan, saat ini telah terjadi transformasi kelembagaan BKKBN dari badan menjadi kementerian, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 180 dan 181, sehingga secara resmi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
“Penugasan saya di Banten adalah sebagai pembantu Menteri untuk memastikan pelaksanaan Program Bangga Kencana berjalan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yudha menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian selaras dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia melalui Asta Cita, khususnya Asta Cita keempat tentang penguatan pembangunan sumber daya manusia dan Asta Cita keenam terkait pembangunan dari desa dan pemerataan pembangunan. Selain itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga juga mendapat tugas tambahan dari Presiden untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115, khususnya Pasal 47.
“Kami diberi amanah untuk melakukan pendayagunaan kader pendamping keluarga dalam mendistribusikan program MBG dengan sasaran 3B, yaitu ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita non-PAUD,” ungkapnya.
Menurut Yudha, program MBG 3B menjadi tambahan penting dari lima kegiatan prioritas Bangga Kencana yang harus dilaksanakan secara optimal di Provinsi Banten agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Menanggapi kondisi dan tantangan di Banten, Yudha menyebut Provinsi Banten memiliki karakteristik unik sebagai provinsi kecil dengan jumlah penduduk yang besar dan berperan sebagai penyangga program nasional.
“Secara umum pelaksanaan Program Bangga Kencana di Banten berjalan sangat baik. Hal ini karena komunikasi yang harmonis dan kolaboratif antara BKKBN dengan Pemerintah Provinsi serta delapan pemerintah kabupaten dan kota,” katanya.
Ia mengakui tantangan ke depan terletak pada konsolidasi program-program prioritas baru, khususnya MBG 3B, agar seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak seirama.
“Tantangannya adalah bagaimana kita terus mengonsolidasikan program prioritas baru ini bersama pemerintah daerah, Satgas MBG, serta seluruh unsur terkait agar pelaksanaannya berjalan optimal di Banten,” pungkas Yudha.
( Red- TLB )




















































