SERANG, INTIP24NEWS.COM – Keterbatasan akses penghubung antarwilayah mendorong warga Kampung Sanding Kidul, Desa Sanding, dan Kampung Cijeruk, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, bergotong royong membangun jembatan penghubung antardesa secara swadaya.
Jembatan yang dibangun menggunakan material bambu tersebut dikerjakan bersama oleh masyarakat kedua kampung pada Jumat (28/8/2026).
Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan pendanaan yang berasal dari swadaya masyarakat.
Jembatan tersebut dinilai memiliki peran penting bagi aktivitas warga karena menjadi akses yang menghubungkan Desa Sanding dan Desa Sindangsari, khususnya menuju tempat ibadah dan lembaga pendidikan yang berada di wilayah Sanding Kidul.
Tokoh masyarakat Sanding, Kyai Amri, mengatakan pembangunan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat kedua desa. Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat memangkas jarak tempuh masyarakat yang selama ini harus menggunakan jalur alternatif.
“Ya, kita bergotong royong antara warga Kampung Cijeruk dan Kampung Sanding Kidul, dipandu Babinmas desa, untuk membangun jembatan penghubung ini agar akses antara Desa Sanding dan Desa Sindangsari bisa terbuka,” ujar Amri.
Menurutnya, jembatan tersebut sangat diperlukan karena menjadi akses masyarakat menuju masjid, pondok pesantren, serta sarana pendidikan lainnya.
“Jembatan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengakses tempat ibadah dan lembaga pendidikan, terutama ke masjid dan pondok pesantren. Semoga ke depan pemerintah bisa membantu kami membangun jembatan yang lebih permanen,” katanya.
Hal senada disampaikan Sanudi, warga Cijeruk. Ia mengatakan selama ini warga harus menempuh perjalanan memutar sekitar tiga kilometer untuk menuju masjid dan pondok pesantren yang berada di Sanding Kidul.
Dengan dibangunnya jembatan bambu tersebut, warga berharap akses menuju fasilitas keagamaan dan pendidikan dapat menjadi lebih dekat dan cepat.
“Betul, Pak. Kita bergotong royong membangun jembatan dari bambu ini karena memang sangat dibutuhkan, terutama untuk keperluan menuju masjid yang ada di Sanding Kidul,” ujar Sanudi.
Ia menambahkan, meskipun warga tinggal di Kampung Cijeruk, Desa Sindangsari, masjid terdekat yang biasa digunakan masyarakat berada di kawasan Sanding Kidul, salah satunya Masjid Pondok Pesantren Al Amri.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan tersebut dan membantu pembangunan jembatan permanen yang lebih aman, kuat, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga menjadi akses penting untuk menunjang aktivitas pendidikan, ibadah, dan mobilitas sehari-hari.
( Red-TLS )














































