Operasi kodok seperti yang dikatakan Sri Eko Sriyanto Galgendu – sebagai Wali Spiritual Nusantara yang memiliki kemampuan penerawangan terhadap berbagai hal yang bakal terjadi kemudian – meyakini bahwa dalam aksi 27 Agustus 2026 berpotensi dimanfaatkan oleh mereka untuk memperoleh kesempatan dan keuntungan melancarkan operasi kodok. Yaitu operasi dengan cara ikut di dalam barisan aksi tersebut maupun melakukan gerakan di sekitarnya yang diharap memicu kerusuhan atau menggembosi tujuan aksi itu sendiri.
Sebagai mana dimaklumi, aksi yang diinisiasi serta dipelopori okeh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama sejumlah kelompok dari warga masyarakat lainnya yang menuntut untuk segera disahkannya UU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor di Indonesia. Korupsi di negeri ini masuk dalam katagori ekstra ordinary crime. Sebab tindak pidana korupsi telah melahirkan anak cucu korupsi baru yang terus berkesinambungan tanpa ujang penyelesaian yang jelas.
Aksi besar 27 Agustus 2026 seakan ingin mengulang peristiwa monumental setahun silam untuk tidak dilupakan kaum pergerakan. Meski kali ini inisiasi dan pelopor utamanya adalah warga masyarakat Pati yabg terhimpun dalam AMPB seakan hendak mengatakan bahwa sikap kritis serta militansi berjuang untuk rakyat dapat juga dikakukan oleh warga masyarakat dari daerah.
Senada dengan pandangan di ataa, pernyataan ulama Jawa Timur yang termuat cukup viral dalam media sosial menjelang pelaksanaan aksi warga Pati yang telah menghadapi teror sepanjang perjalanan menuju Jakarta, jelas indikasinya akan terjadi bentrokan dari mereka yang merasa tidak diuntungkan oleh aksi unjuk rasa ini. Seperti secara terang benderang melempari kendaraan peserta aksi saat melintas di Jalan Tol Karawang tanpa pernah ada penjelasan tentang pengusutan yang dilakukan oleh pihak aparat penegak hukum yang ada.
Indikasi dan fenomena ini seakan memberi pembenaran terhadap peringatan dari para ulama yang juga menjadi semacam sinyal bahwa aksi dan unjuk rasa warga masyarakat ini pasti akan ditunggangi oleh Operasi Kodok yang menunggangi dengan kepentingan tertentu dan tidak perduli pada kepentingan rakyat.
Aliansi Ulama, para habaib, Kiyai dan sejumlah tokoh Jawa Timur menilai, aksi 27 Agustus 2026 yang akan terpusat di Ibu Kota Jakarta berpotensi ditunggangi. Karenanya, umat diimbau tidak melibatkan diri dalam aksi yang berpotensi sengaja diciptakan agar rusuh dan berujung chaos.
Banten, 26 Agustus 2026










































