INTIP24 News – Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter mengguncang Kolombia pada Senin lalu, menewaskan lebih dari 110 orang dan sedikitnya 87 orang luka luka.
Getaran dirasakan di beberapa kota besar di seluruh negeri, serta negara tetangga Ekuador dan Panama.
Berbicara pada konferensi pers di Bogota pada Senin sore, presiden Kolumbia yang mulai menjabat pada hari Jumat, menyatakan darurat nasional, dan berjanji untuk melakukan perjalanan ke kota Periera yang terkena dampak paling parah untuk memberukan bantuan bagi mereka yang terkena dampak.
Menurut laporaan Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia, pusat gempa terletak di dekat kota San Jose del Palmar di departemen Choco Pasifik, pada kedalaman sekitar 79 km, dan berkekuatan 6,6 skala Richter.
Gubernur Choco, Nubia Carolina Cordoba-Curi, membenarkan bahwa gempa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan di ibu kota provinsi dan sekitarnya, serta memperingatkan potensi gempa susulan.
“Terdapat korban luka dan kerusakan parah pada bangunan di ibu kota, Quibdo. Kami sudah melakukan penilaian kerusakan dan akan segera mengeluarkan laporan resmi pertama,” tulisnya di X.
Rekaman video yang beredar online menunjukkan kehancuran yang meluas di Pereira, ibu kota Risaralda yang berdekatan.
Kerumunan orang terlihat bergegas ke jalan-jalan dengan berlumuran debu bangunan yang ambruk.
Setidaknya 40 orang tewas di departemen store yang ambruk.
Sementara di wilayah Basilika, walikota setempat mengatakan sebuah Katedral Metropolitan yang bersejarah tampaknya sebagian runtuh, dan salah satu menaranya menabrak kubah.
“Setidaknya 12 orang tewas di kota itu,” kata walikota.
Laporan lainnya menyebut, sebanyak 27 orang tewas di seluruh gedung Valle de Cauca.
Gempa bumi juga merusak bandara di kota Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura.
Semua operasi di fasilitas tersebut telah ditangguhkan “menunggu penilaian kerusakan struktural,” kata otoritas penerbangan sipil Kolombia.
Rekaman kacau dari bandara menunjukkan setidaknya beberapa dari bandara tersebut mengalami kerusakan parah dan sebagian runtuh.
Gempa dahsyat di Kolombia ini terjadi satu setengah bulan setelah gempa bumi dahsyat sebelumnya yang melanda negara tetangga Venezuela.
Pada saat itu, dua gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter yang terjadi berturut-turut menghancurkan ratusan bangunan di seluruh negeri, menghantam ibu kota, Caracas, dan menewaskan lebih dari 5.000 orang.















































