Biadab! Warga Gaza Dirudal Israel Saat Antre Makanan

Turki & Iran

Turki menuduh Israel melakukan “kejahatan kemanusiaan lainnya” dan mengutuk warga Palestina di Gaza yang mengalami “kelaparan” saat warga sipil berjuang untuk mendapatkan pasokan makanan yang paling mendasar.

“Ini fakta, bahwa Israel menargetkan warga sipil tak berdosa yang sedang mengantri bantuan kemanusiaan adalah bukti bahwa [Israel]

bertujuan secara sadar dan kolektif untuk menghancurkan rakyat Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Bacaan Lainnya

Di Iran, pihak berwenang menggambarkan insiden tersebut sebagai “serangan biadab oleh rezim Zionis”

UE & Jerman

Uni Eropa dan Jerman bergabung dalam seruan untuk melakukan penyelidikan Ursula von der Leyen, presiden Komisi Eropa, mengatakan pada hari Jumat bahwa ia sangat terganggu oleh gambar-gambar dari Gaza, maka setiap upaya harus dilakukan untuk menyelidiki apa yang terjadi dan memastikan transparansi.

Sebelumnya, diplomat tertinggi Uni Eropa, Josep Borrell, yang memposting di X, mengecam insiden tersebut sebagai “pembantaian”.

Menteri luar negeri Spanyol, Italia, Belgia dan Portugal juga berbicara menentang kematian para pencari bantuan. Jerman, pendukung setia Israel, bergabung dengan seruan untuk menuntut “penjelasan” dari Israel.

“Orang-orang menginginkan pasokan bantuan untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka dan mendapati diri mereka tewas,” tulis Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, di X.

“Laporan-laporan dari Gaza mengejutkan saya. Tentara Israel harus menjelaskan sepenuhnya bagaimana kepanikan massal dan penembakan bisa terjadi.”

Amerika Serikat (AS)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa Washington sedang memeriksa mengenai pembunuhan tersebut dan bahwa insiden tersebut akan mempersulit upaya-upaya untuk menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Sementara itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan pertemuan darurat tertutup pada hari Kamis malam, namun gagal mengeluarkan pernyataan yang mengutuk pembunuhan tersebut setelah AS keberatan untuk menyalahkan Israel.

Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood mengutuk kematian tersebut sebelum memasuki ruangan, namun setelah keluar, ia mengatakan bahwa AS “tidak memiliki semua fakta di lapangan”.





Pos terkait