INTIP24NEWS | BEKASI – Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19, Plt. Bupati Bekasi bersama Unsur Forkopimda, Satpol PP serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, melakukan Giat Operasi Forkopimda Penegakkan Prokes di Tempat Hiburan Malam.
BREAKING NEWS
Menguasai Lahan Sengketa, Kades Sukamanah Akan Digugat Oleh Para Pihak
INTIP24NEWS | BEKASI – Sengketa lahan seluas kurang lebih 7 Hektar di wilayah Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi masih terus berjalan. Sengketa ini melibatkan Timin bin Seblong dengan Dinas Pertanian, dan belakangan Kepala Desa melakukan penguasaan fisik dengan bercocok tanam di lahan tersebut akan digugat.
Pakar Hukum Pidana Asst. Prof. Dr. Seno Dukung Langkah Jaksa Agung Berantas Mafia Tanah
INTIP24NEWS | JAKARTA– Guna mendukung Pemerintah Pusat memberantas mafia tanah, Jaksa Agung Burhanuddin memerintahkan jajarannya di daerah untuk membentuk Tim Khusus Mafia Tanah pada tingkat Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri.
Bisnis PCR, Luhut: Saya Enggak Sejahat Itu Manfaatkan Jabatan untuk Keuntungan Pribadi
INTIP24NEWS | JAKARTA – Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo percaya dirinya tidak mengambil untung dari bisnis PCR di tengah pandemi Covid-19.
Sering Tersandung Kasus, Warga Minta Oknum Kades Purun Timur Dicopot dari Jabatannya
INTIP24NEWS | PALI – Desa Purun Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan kembali jadi viral. Mirisnya viral Desa Purun Timur ini bukan karena prestasi atau kinerja yang patut dibanggakan, melainkan karena aib memalukan yang berulang ulang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa Purun Timur, AL.
Korban Koma Akibat Tabrak Tumpukan Pasir, Pembangunan Pintu Air CV Nuri Abadi Jaya dan Dinas PSDA Harus Tanggung jawab
INTIP24NEWS | BEKASI – Pembangunan Pintu Air Kp Peundeuy Desa Karang Satu yang dikerjakan oleh CV Nuri Abadi Jaya menelan korban seorang pengendara motor (SB) warga Desa Karang Satu, Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Kecelakaan tersebut akibat adanya tumpukan bahan matrial pasir yang menutupi badan jalan hingga 3 meter tanpa dipasang rambu-rambu.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.

















































