China Pertanyakan Kredibilitas Negara Anggota G7

INTIP24NEWS.COM – Beijing menuduh blok pimpinan AS mencoba memaksakan kehendaknya pada orang lain.

“Komunitas internasional tidak akan membiarkan G7 yang dipimpin AS mendominasi urusan dunia, juga tidak akan sejalan dengan aturan pro-Barat yang didorong oleh kelompok tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

“China tidak akan pernah menerima apa yang disebut aturan yang diberlakukan oleh segelintir orang.

Komunitas internasional tidak dan tidak akan menerima aturan Barat yang didominasi G7 yang berupaya memecah belah dunia berdasarkan ideologi dan nilai-nilai,” bunyi pernyataan itu.

Bacaan Lainnya

Kementerian Luar Negeri selanjutnya menuduh kelompok tersebut bertindak atas nama kebijakan “America-first” dan berusaha memaksakan kehendaknya pada orang lain.

“Itu hanya menunjukkan betapa kecilnya arti kredibilitas internasional bagi G7,” kata kementerian itu.

Grup Tujuh adalah klub informal yang terdiri dari AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.

Pertemuan tahunan juga biasanya dihadiri oleh pejabat yang mewakili UE.

Dalam komunike bersama yang diadopsi pada KTT di Hiroshima, Jepang pada hari Sabtu, G7 mencantumkan berbagai tuduhan yang ditujukan ke Beijing, termasuk pencurian teknologi, “pemaksaan ekonomi”, dan pelanggaran hak asasi manusia di dalam negeri.

Kelompok tersebut mengatakan bahwa pihaknya sangat menentang “setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekerasan” terkait Taiwan dan Laut China Selatan.

Beijing menanggapi dengan mengatakan bahwa “urusan yang terkait dengan Hong Kong, Xinjiang, dan Tibet adalah murni urusan dalam negeri China”.

China menuduh G7 membahayakan perdamaian di wilayah tersebut dengan memberikan “dukungan untuk pasukan ‘kemerdekaan Taiwan’”.

Meskipun anggota G7 menahan diri untuk secara resmi menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, AS telah menjual senjata ke Taipei dan berjanji untuk mempertahankannya dari potensi serangan dari daratan.

Politisi AS juga telah bertemu dengan pejabat dari Taiwan, yang memicu kecaman keras dari Beijing, yang menentang segala bentuk kontak diplomatik dengan otoritas Taipei.

Pos terkait