JAKARTA|INTIP24NEWS.COM– Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa Israel dan Amerika Serikat secara aktif menarget negara-negara yang mendukung kemerdekaan Palestina. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara di Podcast DipTalk, sekitar satu minggu setelah rangkaian konflik bersenjata antara Iran dan Israel mereda
Boroujerdi menegaskan bahwa serangan Israel ke wilayah Iran menunjukkan bahwa negara-negara yang mengulurkan dukungan politik kepada Palestina secara terbuka berada dalam daftar sasaran. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang dianggap musuh oleh rezim Israel karena konsistensinya dalam mendukung Palestina. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa netralitas atau sikap pro-Palestina bisa berdampak geopolitik serius bagi negara pendukung
Lebih lanjut, dalam sesi yang sama, Boroujerdi menolak klaim adanya gencatan senjata antara Iran dan Israel. Ia menjelaskan bahwa yang terjadi hanya penghentian serangan rudal dari Israel terhadap Iran, sehingga respons pertahanan Iran turut berhenti. “Tidak ada gencatan senjata. Yang terjadi adalah karena agresi terhadap Iran berhenti, maka aksi membela diri dari Iran juga berhenti”
Dubes Boroujerdi juga mengungkap bahwa rezim Israel melakukan serangan terhadap target sipil seperti rumah, sekolah, dan laboratorium, meskipun klaim resmi menyatakan hanya membatasi sasaran kepada fasilitas militer. Ia menyoroti banyak korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, yang menunjukkan ketimpangan antara narasi publik Israel dan kenyataan di lapangan
Negara pendukung Palestina dianggap target strategis, ujar Boroujerdi, dan Indonesia disebut sebagai salah satu sasaran karena dukungannya terhadap Palestina.
Tidak ada istilah gencatan senjata, hanya penghentian serangan langsung dari Israel yang direspons oleh Iran.
Bangsa sipil menjadi korban utama — rumah, sekolah, bahkan anak-anak menjadi target, bertentangan dengan klaim resmi Israel.
Pernyataan ini menegaskan bahwa dukungan politik terhadap Palestina kini memiliki implikasi geopolitik yang lebih luas — negara pendukung dapat dipandang sebagai musuh oleh Israel dan sekutunya. Boroujerdi mengimbau dunia, khususnya komunitas Islam dan lembaga internasional, untuk bersikap lebih aktif dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi dan intervensi rezim Zionis dan AS.
Sumber : Kumparan & Berbagai Sumber
























































