Gelombang Tsunami Melanda Tonga setelah Letusan Gunung berapi Raksasa

INTIP24NEWS | JAKARTA – Gelombang tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung berapi bawah laut raksasa telah melanda negara Pasifik Tonga, Sabtu (15/1).

Rekaman media sosial menunjukkan air mengalir melalui gereja dan beberapa rumah, dan saksi mata mengatakan abu jatuh di ibu kota, Nuku’alofa. Peringatan tsunami membuat warga berebut ke tempat yang lebih tinggi.

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Haʻapai mengirimkan gelombang kejut ke seluruh Pasifik Selatan. Ibu kota Tonga terletak hanya 65 km utara dari gunung berapi.

Seorang warga Tonga, Mere Taufa, mengatakan letusan melanda saat keluarganya sedang mempersiapkan makan malam, dan adiknya mengira bom meledak di dekatnya.

Bacaan Lainnya

“Naluri pertama saya adalah berlindung di bawah meja, saya meraih adik perempuan saya, dan berteriak kepada orang tua saya dan orang lain di rumah untuk melakukan hal yang sama,” kata situs berita Selandia Baru Stuff.co.nz mengutipnya.

Ms Taufa mengatakan hal berikutnya yang dia tahu, air mengalir deras ke rumah mereka.

“Anda hanya bisa mendengar teriakan di mana-mana, orang-orang berteriak untuk keselamatan, agar semua orang bisa naik ke tempat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Gumpalan gas, asap dan abu yang mengalir dari gunung berapi mencapai 20 km ke langit, kata Layanan Geologi Tonga.

Letusan delapan menit itu begitu dahsyat sehingga bisa terdengar sebagai “suara guntur yang keras” di Fiji, lebih dari 800 km (500 mil), menurut pejabat di ibu kota Suva.
Pemerintah Fiji telah mengeluarkan peringatan tsunami dan membuka pusat evakuasi bagi orang-orang di daerah pesisir dataran rendah.

Di Selandia Baru, yang berjarak lebih dari 2.300 km, para pejabat telah memperingatkan gelombang badai.

Badan Manajemen Darurat Nasional mengatakan daerah pesisir di pantai utara dan timur Pulau Utara bisa melihat “arus kuat dan tidak biasa dan gelombang tak terduga di pantai”.

Sumber: BBC News





Pos terkait