INTIP24 – Lebih dari 1.000 orang tewas akibat gempa dahsyat melanda Maroko. Sebagian besar kerusakan terjadi di pedesaan, namun guncangan terasa di beberapa kota besar, termasuk Rabat dan Marrakesh.
Kementerian Dalam Negeri Maroko mengumumkan, korban tewas akibat gempa bumi yang melanda Maroko pada Jumat malam telah meningkat menjadi sedikitnya 1.037 orang.
“Lebih dari 1.204 orang terluka, dan 721 orang berada dalam kondisi kritis,” tulis laporan tersebut.
Angka awal yang diperoleh dalam semalam mencapai 269 korban jiwa, namun angka tersebut meningkat pesat sepanjang hari seiring dengan berlanjutnya upaya penyelamatan.
Jumlah korban tewas kemungkinan akan terus meningkat karena sebagian besar kerusakan akibat gempa terjadi di daerah yang sulit dijangkau di Pegunungan Atlas di selatan Marrakesh.
Guncangan dirasakan di ibu kota Rabat, serta kota-kota lain, termasuk Marrakesh, Casablanca, Agadir, dan Kenitra.
Banyak warga meninggalkan rumah mereka dan bermalam di jalanan, sebagian lagi membantu membersihkan puing-puing.
Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan beberapa bangunan rusak, beberapa di antaranya hancur seluruhnya.
Sebuah masjid dilaporkan rusak di dekat alun-alun Jemaa el-Fnaa di Kota Tua Marrakesh, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, serta bangunan bersejarah lainnya di daerah tersebut.
Video lainnya memperlihatkan warga berlarian ketakutan setelah merasakan getaran.
Institut Geofisika Nasional Maroko mengukur gempa berkekuatan 7,0 skala Richter, dengan pusat gempa di Provinsi Al Haouz.
Sementara Survei Geologi AS (USGS) mengatakan gempa berkekuatan 6,8 skala Richter.
Jumlah korban tewas telah melampaui gempa tahun 2004, yang melanda pantai Mediterania Maroko, menewaskan lebih dari 600 orang dan melukai lebih dari 900 orang.
Editor : Hasan M























































