Gencarnya Infrastruktur di Kab. PALI, Warga Keluhkan Masih Ada Akses Jalan Berlumpur

INTIP24NEWS | PALI – Sejak Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) provinsi Sumatera Selatan selama beberapa tahun menjadi daerah otonomi baru (DOB) tahun 2013 lalu.
Pembangunan sarana jalan merupakan prioritas Pemerintah Kabupaten Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sehingga tidaklah heran, demi memuluskan sarana transportasi darat di bumi Serepat Serasan ini sepertinya tidak bisa lagi membedakan mana sarana jalan milik umum dan mana sarana jalan milik perusahaan.

Semuanya disinyalir dibangun dan dianggarkan melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun melalui APBN. Dan hal ini patut diapresiasi, dan bukan hanya itu bumi serepat serasan ini rela menunda pembangunan perkantoran bupati dan dinas-dinas hanya untuk membangun infrastruktur jalan dan proyek proyek lain seperti normalisasi, embung, irigasi dan revitalisasi.

Namun sayangnya, sudah 8 tahun berdirinya Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sudah berapa ratus Miliar dana yang dialokasikan untuk pembangunan sarana jalan. Namun Masih banyak ditemukan sarana jalan utama desa yang buruk bahkan belum tersentuh pembangunan.

Bacaan Lainnya

Salah satunya jalan penghubung harapan jaya Mecamatan Tanah Abang menuju ke Desa Purun Timur Kecamatan Penukal berdasarkan pantauan awak media dilapangan Rabu,(05/06) akses jalan ini rusak dan berlumpur tentunya sangat dikeluhkan dan menggangu aktivitas warga sehari-hari yang melintas di jalan tersebut.

Amir Hamza salah seorang warga yang sedang melintas saat dimintai tanggapannya, Rabu (05/05)dirinya sebagai masyarakat berharap semoga pemerintah kabupaten PALI bisa secepat mungkin memperbaiki akses jalan tersebut karena sangat mengganggu aktivitas warga bahkan jika musim penghujan akses jalan tersebut akan berlumpur dan sebaliknya jika kemarau maka akan menimbulkan polusi debu.

“Saya sebagai masyarakat tentunya berharap kepada pemerintah Pali supaya bisa secepatnya memperbaiki akses jalan ini, karena sangat menggangu aktivitas warga, kalau hujan akses jalan ini pasti berlumpur” Harapnya

Dikatakannya lagi, akses jalan tersebut bukan hanya di lalui oleh warga antar dua desa. Tetapi juga dilalui oleh anak anak pelajar yang bersekolah di SMPN 4 Tanah Abang tentunya sangat mengganggu jika akses jalan tersebut berlumpur.

“Jalan ini bukan hanya di lalui oleh warga kedua desa. Tetapi juga di lalui oleh anak anak pelajar yang sekolah di SMP 4 Tanah abang, tentunya sangat mengganggu jika berlumpur seperti saat ini” Jelasnya

Dirinya juga sebagai masyarakat berharap jika akses jalan tersebut belum bisa di bangun dengan alasan tidak ada anggaran akibat corona, setidaknya bisa di lakukan pengerasan atau perbaikan di bagian yang berlumpur.

“Kami berharap kepada pemerintah walau pun belum bisa membangun jalan ini dengan alasan anggaran, mungkin bisa memperbaiki bagian titik titik yang rusak”

“Saya juga berharap kepada pihak perusahaan yang beraktivitas di daerah ini supaya jangan tutup mata, dan bisa perduli memperbaiki akses jalan tersebut” pungkasnya

Hal senada juga di sampaikan oleh Kepala Desa Harapan Jaya “Merianto” dirinya sebagai pemerintah desa juga berharap kepada pihak pemerintah kabupaten PALI maupun dari pihak perusahaan yang beraktivitas di wilayah tersebut supaya bisa secepat mungkin memperbaiki akses jalan tersebut supaya tidak menggangu aktivitas warga yang melintasi jalan tersebut

“Saya selaku kepala desa berharap kepada Pemerintah Kabupaten PALI maupun dari pihak perusahaan supaya bisa secepat mungkin memperbaiki akses jalan tersebut supaya tidak menggangu aktivitas warga yang melintas” harapnya [E]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *