BANGKALAN | INTIP24NEWS.COM – Kuliah kewirausahaan pemuda yang diadakan oleh Kemenpora di Aula Syaikhona Muhammad Kholil Gedung Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura, Rabu (30/8/23) diikuti oleh 400 peserta baik luring maupun daring.
Acara secara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Asrorun Niam Sholeh. Para peserta sangat antusias untuk hadir dalam acara kuliah kewirausahaan pemuda karena banyak yang termotivasi untuk mencari ilmu bagaimana menjadi wiramuda yang sukses.
Tema kuliah kewirausahaan pemuda kali ini adalah “Trunojoyo Unggul, Tangguh dan Mandiri”.
Kegiatan kuliah kewirausahaan pemuda ini adalah program di bawah bimbingan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda dan dilaksanakan oleh Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Pemuda.
Kuliah Kewirausahaan pemuda dilaksanakan untuk membangun pemikiran agar pemuda menjadi pencipta lapangan kerja serta menumbuhkan minat wirausaha di kalangan pemuda. Melalui program ini,
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda juga hadir untuk memberikan fasilitas pelatihan penumbuhan minat berwirausaha dan memberikan akses permodalan sebagai stimulus memulai berwirausaha dan menjadi wiramuda.
Deputi Niam mengatakan dalam sambutannya pentingnya interpreneurship untuk menyesuaikan visi Indonesia yaitu Indonesia unggul, Indonesia tangguh yang ujungnya adalah kemandirian.
Untuk mempercepat kemandirian adalah kewirausahaan, mahasiswa setelah lulus harapannya jangan menjadi sebagai pencari kerja atau yang bentuknya konvensional,
Tuntutan untuk melakukan berbagai kreatiitas mengkonsoldinasi potensi potensi menuntut profesionalitas, bisa menghimpun memberikan manfaat menyalurkan ke daerah daerah untuk menyampaikan kebutuhan kebutuhan masyarakat di daerah daerah,bahwa dari berbagai disiplin yang di memiiliki mempunyai potensi menjadi modal untuk kewirausahaan untuk dapat di lakukan mencontoh untuk di miliki dan untuk memulai kewirausahaan. dalam kesempatan kali ini,
Deputi Niam berdiskusi dengan mahasiswa/i yang sudah merintis menjadi wira muda. Hingga diberikan sebuah hadiah emas mahasiswa/i yang berdiskusi dengan Deputi Niam.
Kehadiran sosiopreuneur untuk menjadi manfaat ekonomi dan sosial untuk keberkahaan agar menjadi fitrah sebagai agen perubahaan sosial untuk mewuudkan ekonomi mandiri, biasanya orang yang terpaksa dapat melahirkan ide ide kreatif yang akan memberikan manfaat bersama sehingga biasanya menjadi lebih berhasil di bandingkan dengan yang tidak melakukan karena tidak terpaksa untuk kewirausahaan, keuangan ekonomi syariah menjadi penopang solusi perekonomian masyarakat, pungkasnya Deputi Niam.
“Bisnis untuk menciptakan mahasiswa tangguh dan unggul sehingga harapannya mahasiswa dapat berkompetisi dengan mahasiswa yang lain, sarana kegiatan ini untuk memotivasi mahasiswa setelah lulus dapat mebuka lapangan kerjaan bukan mencari kerjaan plus dapat mendampingin mahasiswa yang lain dapat di bimbing untuk menjadi wirausaha muda atau mempunyai kompetensi di bidang kewirausahaan.” Ujar Achmad Amzeri wakil rektor bidang akademik Universitas Trunojoyo Madura memotivasi mahasiswa dalam sambutannya. (RZ)


























































