Pada 1524, ide itu sampai ke telinga Raja Charles V dari Spanyol yang menerima proposal untuk membangun terusan di Panama yang bisa menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik. Namun, selama ratusan tahun, ide itu tak mewujud.
Panama yang menjadi koloni Spanyol akhirnya ikut masuk dalam Republik Kolombia yang merdeka dari Spanyol pada 1821. Kesuksesan Terusan Suez yang dibangun oleh tangan pengembang bernama Ferdinand de Lesseps membuat ide membangun Terusan Panama bangkit lagi.
Setelah Terusan Suez dibuka pada 17 November 1869, sebelas tahun setelahnya de Lesseps dan anak termudanya naik kapal dari Liverpool ke Panama pada 1880. Namun, kali ini de Lesseps tak mengulang kesuksesan di Suez.
Proyek itu gagal terselesaikan. Penyakit kuning dan malaria menjangkiti pekerja mereka. Kebocoran keuangan juga membuat proyek itu terhenti di tahun 1888.
Ferdinand de Lesseps sendiri harus divonis 5 tahun penjara dengan tuduhan penggelapan, meski kemudian bebas di tingkat banding.
Menurut David McCullough dalam The Path Between the Seas: The Creation of the Panama Canal, 1870–1914 (1977), Ferdinand de Lesseps baru menyelesaikan proyek itu 40 persen saja.
“Perang melawan Spanyol membangkitkan kembali niat Amerika untuk membangun kanal melewati tanah genting di Panama, yang akan menyatukan dua samudera besar.
Manfaat kanal seperti ini telah dipikirkan lama sebelumnya oleh negara-negara perdagangan di seluruh dunia; Perancis telah berusaha menggali pada akhir abad ke- 19 tapi tidak mampu mengatasi masalah-masalah engineering.
Setelah menjadi kekuatan besar di Laut Karibia dan Samudera Pasifik, Amerika Serikat sadar bahwa kanal akan menguntungkan secara ekonomi dan akan menyediakan jalan cepat untuk transportasi kapal perang antara kedua lautan,” demikian tercatat dalam Garis Besar Sejarah Amerika Serikat (2005) yang dirilis Biro Program Informasi Internasional.
Setelah kematian de Lesseps pada 1894, Amerika mulai tergiur dengan terusan tersebut. Pada bulan Juni 1902, Kolombia ditawari $10 juta untuk membeli Terusan Panama oleh Amerika Serikat.
Setelah melalui perdebatan, Senat Kolombia menolak tawaran itu pada Agustus 1903. Presiden Theodore Roosevelt pun marah besar.


















































