KABUPATEN BEKASI — Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, menggelar Pra-Musyawarah Ranting (Pra-Musran) sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menjaring kader potensial untuk mendorong regenerasi kepengurusan partai hingga tingkat ranting.
Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Islamic Patriot, Sabtu (10/10/2026), tersebut diikuti 152 peserta. Pra-Musran menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran), dengan fokus pada penguatan komunikasi antarkader, penataan struktur organisasi, serta pemetaan sumber daya manusia yang berpotensi berkontribusi terhadap perkembangan PKB di Kecamatan Sukatani.
Ketua DPAC PKB Kecamatan Sukatani, Ibnu Abbas Qusyairi, menegaskan bahwa Pra-Musran bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum strategis untuk memperkuat soliditas kader sekaligus memastikan proses regenerasi kepengurusan berjalan secara terarah.
“Bagi kami, Pra-Musran ini merupakan langkah awal untuk memperkuat konsolidasi dan membangun organisasi yang lebih solid. Kami ingin memastikan bahwa kepengurusan PKB di tingkat ranting bukan hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga aktif bergerak, mampu menjalin komunikasi dengan masyarakat, serta memiliki komitmen untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya.
Ketua Tim Adhoc DPC PKB Kabupaten Bekasi, Abdul Wahid Ola S.Hum, menekankan pentingnya tahapan konsolidasi dalam mempersiapkan kepengurusan partai yang kuat hingga tingkat akar rumput.
“Pra-Musran menjadi bagian penting dalam menyiapkan proses regenerasi dan memperkuat struktur organisasi. Kami berharap penjaringan kader dilakukan secara cermat dengan mengedepankan kapasitas, integritas, loyalitas, serta komitmen untuk membesarkan partai dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kepengurusan ranting harus menjadi ujung tombak yang mampu menjaga komunikasi dan kedekatan PKB dengan rakyat,” ujar Ola.
Sementara itu, Pengurus DPC PKB Kabupaten Bekasi, Muslimah Yuldian S.Hum., M.AP, menyoroti pentingnya keterlibatan kader dalam membangun organisasi yang inklusif, solid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Regenerasi organisasi harus menjadi ruang bagi kader-kader potensial untuk berkontribusi, mengembangkan kapasitas, dan mengambil peran dalam perjuangan politik partai. Kami berharap proses Musran nantinya dapat melahirkan kepengurusan yang amanah, aktif, serta mampu merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan dalam kegiatan dan kepengurusan partai,” ungkapnya.
Ibnu menambahkan, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kualitas kader yang mampu hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kerja-kerja politik yang konstruktif.
Ia berharap tahapan Pra-Musran dapat mendorong pembentukan kepengurusan ranting secara partisipatif serta menghasilkan kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen terhadap organisasi.
“Harapan kami, Musran nantinya dapat melahirkan kepengurusan yang amanah, memiliki loyalitas, dan benar-benar siap bekerja untuk masyarakat. Konsolidasi ini harus menjadi titik awal untuk membangun PKB yang semakin kuat, dekat dengan rakyat, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPAC PKB Kecamatan Sukatani menargetkan penguatan fondasi organisasi sekaligus penyiapan kader-kader potensial untuk menjamin keberlanjutan kepemimpinan partai. Regenerasi yang terarah diharapkan mampu menjadikan struktur PKB di tingkat akar rumput semakin solid, aktif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
(Red)












































