INTIP24NEWS | JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, di sela KTT G20 di Roma, Italia, Minggu, 31 Oktober 2021. Kepala Negara menyampaikan tiga isu yang menjadi perhatian utama Indonesia.
Pertama terkait upaya penanganan perubahan iklim. Jokowi berpandangan untuk mengatasi masalah itu, semua negara di dunia harus bekerja sama dan tidak saling menyalahkan.
Negara-negara maju yang telah selangkah di depan diharapkan mampu merangkul negara-negara berkembang untuk transisi ekonomi dan energi. “Teknologi dan investasi menjadi kunci. Hal ini tidak mungkin dilakukan tanpa adanya kerja sama, termasuk dengan negara-negara maju,” ujar Jokowi.
Sejauh ini Indonesia konsisten menjalankan komitmen menjaga lingkungan. Konsistensi tersebut dituangkan dalam banyak kebijakan yang telah memberikan hasil baik di Tanah Air.
Salah satunya, kebakaran hutan turun hingga 82 persen dibandingkan dengan tahun sebelumya. Kemudian, angka deforestasi menyusut signifikan, bahkan terendah dalam 20 tahun terakhir.
Indonesia juga telah merehabilitasi 3 juta hektare lahan kritis pada 2010-2019 dan memperbaiki hutan mangrove yang akan mencapai 600 ribu hektare dalam 3 tahun ke depan.
Kedua, Jokowi menyinggung isu kesehatan, termasuk rencana dunia membahas Pandemic Treaty. Dalam Dalam pembahasan tersebut, Indonesia menyampaikan kekhawatiran diskriminasi terhadap beberapa jenis vaksin covid-19 yang dilakukan Uni Eropa.
Ketiga, Presiden menyuarakan perihal perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa atau IEU-CEPA. Jokowi berharap pakta perdagangan itu segera diselesaikan. Terlebih, perundingan sudah berlangsung selama lebih dari lima tahun.
“Saya sangat berharap perundingan Indonesia-EU CEPA dapat kita selesaikan. Perundingan ini sudah memakan lebih dari lima tahun. Dengan karakter produk yang saling melengkapi, saya yakin CEPA ini akan membawa manfaat besar bagi kita,” papar Jokowi.
















































