INTIP24NEWS | JAYAPURA – Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari, Selasa (5/10/2021), mengatakan, lima anggota kontingen PON terpapar Covid-19 tidak bergejala. Sementara satu orang lain, yang juga atlet, bergejala batuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari, Selasa (5/10/2021), mengatakan, lima anggota kontingen PON terpapar Covid-19 tidak bergejala. Sementara satu orang lain, yang juga atlet, bergejala batuk.
Saat ini, dua pasien telah berada di Kapal Tidar, tempat karantina terpusat di Kota Jayapura. Sementara empat orang lainnya menjalani isolasi mandiri di penginapan.
Kami masih berupaya memindahkan semua ke Kapal Tidar dan rumah sakit khusus penanganan Covid-19 di Kota Jayapura. Tujuannya, agar tidak terjadi penularan Covid di antara sesama anggota kontingen,” papar Sri.
Ia pun meminta para atlet dan ofisial lebih meningkatkan kewaspadaan karena pandemi masih melanda. Panitia pertandingan dan aparat keamanan diharapkan meningkatkan pengawasan protokol kesehatan di arena pertandingan.
Seperti diberitakan, hingga Senin (4/10/2021), 33 orang masih dirawat akibat Covid-19 di Kota Jayapura. Jumlah kumulatif kasus Covid-19 mencapai 12.859 kasus. Jumlah pasien sembuh mencapai 12.558 orang dan 268 orang meninggal dunia.
”Kami berharap tidak hanya tenaga kesehatan yang berperan mencegah dan menangani Covid-19. Semua pihak harus mencegah penyebaran Covid-19 di daerah penyelenggara PON Papua,” harap Sri.
Ketua Harian Satuan Tugas Pengendalian, Pencegahan, dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Welliam Manderi mengatakan, akan berkoordinasi dengan Panitia Besar PON Papua menindaklanjuti kasus ini. Apalagi, dia masih menemukan minimnya pelaksanaan protokol kesehatan dalam beberapa arena pertandingan. Penonton kerap tidak menjaga jarak hingga tanpa masker.
Data Satgas Pengendalian, Pencegahan, dan Penanganan Covid-19 Papua, masih terdapat kasus aktif Covid-19 di empat kluster pelaksana PON Papua 2021. Di Kabupaten Jayapura tercatat enam kasus aktif Covid-19, Kota Jayapura (33), Mimika (45), dan Merauke (56).
”Kami akan memperketat protokol kesehatan di setiap arena pasca-temuan kasus ini. Jumlah warga yang memasuki arena juga harus dibatasi sesuai ketentuan 25 persen dari kapasitas arena,” papar Welliam.
Juru Bicara PB PON Papua Azis Matdoan mengatakan, sudah berupaya optimal mengingatkan warga yang masuk ke dalam arena untuk menerapkan protokol kesehatan. Namun, masih terdapat warga yang tidak disiplin.
”Seharusnya aparat keamanan juga lebih aktif menegakkan protokol kesehatan di arena. Sebab, tugas tersebut bukan hanya tanggung jawab panitia pelaksana pertandingan,” tutur Azis.


























































