TANGGERANG | Intip24news.com- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Banten Raya menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, di Tigaraksa, Rabu, 13 Oktober 2021.
Aksi unjuk rasa digelar HIMATA Banten Raya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang.
Dalam pantauan awak media di lapangan, aksi demonstrasi tersebut awalnya berjalan dengan damai dan lancar. Namun selang berapa waktu terjadi keributan antara pendemo dan aparat keamanan.
Humas HIMATA Banten Raya, M Fariz Amrullah mengungkapkan, demonstrasi tersebut digelar untuk mengingatkan para pemangku kepentingan untuk memerhatikan rakyat, terlebih usia Kabupaten Tangerang sudah 389 tahun.
“Ini momen bersejarah tepat 389 Kabupaten Tangerang, di sana juga sedang berlangsung paripurna DPRD. Artinya, kita sama-sama ada di tempat yang sama. Momen ini pas untuk menyuarakan kepentingan masyarakat,” ungkap Fariz kepada awak media.
Namun, sekira pukul 12.16 WIB, massa aksi dan aparat kepolisian mulai saling dorong hingga akhirnya terjadi keributan.
Bentrokan terjadi antara mahasiswa dan petugas kepolisian saat sejumlah mahasiswa hendak masuk merangsek ke dalam Gedung Bupati Tangerang.
Para mahasiswa ini demo menuntut dipertegas lagi Perbub tentang pembatasan jam operasional tambang. Karena menurut mereka, perbub yang mengatur tentang jam operasional truk tambang itu, masih dianggap tidak dilaksanakan dengan baik oleh para pengusaha, khususnya terkait jam operasional truk tambang.
Dalam Perbup itu disebutkan bahwa truk dilarang melintas mulai pukul 05:00 hingga 22:00 WIB
“Kita berusaha masuk, tapi diadang, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi saja,” kata salah seorang peserta aksi, Rohmat.
Ricuh tak terhindarkan. Polisi berusaha mengadang massa mahasiswa yang hendak merangsek masuk ke dalam gedung Bupati Tangerang.
Dari sebuah video yang beredar, ada satu mahasiswa yang ditangkap dan kemudian diduga terbanting oleh anggota kepolisian itu. Sontak mahasiswa itu langsung kejang-kejang dan mendapat penanganan petugas.
“Tolong, teman saya kebanting,” ujar salah seorang massa aksi.
Melihat itu, sejumlah petugas kepolisian yang lainnya pun langsung mendekati mahasiswa dan berusaha menyadarkannya. Sementara informasi terakhir, yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, mahasiswa yang terbanting itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita bawa ke rumah sakit untuk dilakukannya check up pada kondisi badannya,” katanya,
Wahyu mengatakan kondisi mahasiswa yang belum diketahui identitasnya dan dari mana asal kampusnya itu dalam kondisi sehat.
Lanjut Wahyu, saat ini yang bersangkutan pun telah sadar, setelah sebelumnya pingsan dan mengalami kejang-kejang, lantaran sempat terbanting dengan mengenai bagian punggung.
“Saat ini kondisinya sadar, dan sehat, bisa berjalan. Namun untuk memastikannya, kita akan lakukan pengecekan menggunakan medis,” ujarnya. ( Octa/TLB )















































