Kapolri Minta Pengusaha Lapor jika Temukan Premanisme Ganggu Iklim Investasi

BEKASI I Intip24 news – Hadir pada acara Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta pengusaha ataupun pemilik usaha untuk melapor ke polisi jika menemukan premanisme dan pungutan liar yang mengganggu kegiatan usaha dan iklim investasi di Indonesia.

Dihadapan ribuan buruh di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026, pemimpin Korps Bhayangkara itu mengingatkan bahwa perusahaan juga memiliki kontribusi dalam kekondusifan investasi dengan menaati regulasi, memenuhi hak-hak pekerja, serta membangun hubungan industrial yang adil dan harmonis.

“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” katanya dikutip dari keterangan resmi.

Menurut Kapolri, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjaga akan memberikan rasa aman kepada pekerja, menjamin kelancaran operasional perusahaan, sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

Bacaan Lainnya

Terlebih, Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi karena didukung kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas, serta pengembangan hilirisasi di berbagai sektor strategis.

Potensi tersebut tercermin dari realisasi investasi nasional yang mencapai Rp1.010,6 triliun hingga semester I tahun 2026.

Maka dari itu, Sigit memastikan bahwa Polri akan terus hadir memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan industri dapat berjalan dengan aman serta berkelanjutan.

“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi. Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ucapnya.

Kendati demikian, pemimpin Korps Bhayangkara itu mengingatkan bahwa perusahaan juga memiliki kontribusi dalam kekondusifan investasi dengan menaati regulasi, memenuhi hak-hak pekerja, serta membangun hubungan industrial yang adil dan harmonis.

Menurut Kapolri, pekerja dan pengusaha merupakan dua unsur yang saling membutuhkan. Perusahaan memerlukan dukungan pekerja untuk menjaga kegiatan produksi, sedangkan pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat dan terus berkembang sebagai sumber penghidupan.

Oleh karena itu, Sigit mendorong seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan ketenagakerjaan.

Kegiatan yang mengangkat tema “Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” ini berlangsung di halaman Masjid Baitul Mustofa, Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat.

Kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. disambut langsung oleh Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Arm Vicky Harryanto Mamoto, S.E., M.H.I.

Sekitar 2.000 buruh dari KC FSPMI Kota dan Kabupaten Bekasi turut hadir dalam konsolidasi tersebut.

Sejumlah pejabat juga hadir, di antaranya Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri, Presiden KSPI Ir. H. Said Iqbal, M.E., Presiden FSPMI Suparno, S.H., M.H., serta Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja.



Pos terkait