Banjir dan Longsor di Sumut: Ribuan Rumah Terdampak, 4 Orang Dilaporkan Meninggal

Medan, intip24news.com – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur berbagai wilayah di Sumatera Utara sejak Sabtu hingga Senin (24/11) menimbulkan banjir serta pergeseran tanah. Sedikitnya 1.980 keluarga dan ribuan rumah di enam daerah terdampak luapan air dan tanah longsor.

Kepala BPBD Sumatera Utara Tuahta Ramajaya Saragih, Selasa (25/11), mengatakan bencana banjir pada Sabtu melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Mandailing Natal (Madina).

Tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Nias Selatan (Nisel) dan Kota Gunungsitoli, sementara Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengalami banjir dan longsor pada hari yang sama.

Tapteng menjadi wilayah dengan jumlah keluarga terdampak paling besar. BPBD merinci keluarga terdampak berada di Kecamatan Pandan sebanyak 150 KK, Sarudik 338 KK, Barus 65 KK, Kolang 1.261 KK, Tukka 10 KK, dan Lumut 78 KK.

Bacaan Lainnya

Di Madina, sebanyak 70 KK di Desa Huta Imbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis, juga terdampak banjir. Sementara itu, satu keluarga di Dusun II, Desa Samasi, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, mengalami kerusakan rumah berat akibat longsor.

Longsor juga merusak rumah satu keluarga di Desa Hilifanaluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan.

Dua unit rumah lainnya mengalami kerusakan serius di Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, yang dihuni oleh enam keluarga.

BPBD Sumut memastikan BPBD di masing-masing daerah masih melakukan asesmen di lokasi terdampak. Petugas juga membantu warga memindahkan barang, membersihkan rumah, hingga mengevakuasi mereka ke tempat aman sesuai kebutuhan.

Bersama Dinas Sosial, BPBD juga turut menyalurkan bantuan logistik, termasuk sembako dan pendirian dapur umum untuk keluarga yang terdampak bencana.

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu memposting peristiwa itu melalui akun Instagram nya. Masinton mengatakan cuaca ekstrem terjadi sejak beberapa hari lalu memicu banjir dan tanah longsor.

“Cuaca ekstrem di kawasan pantai barat Sumatera Utara terutama di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah yang menghadap ke Samudera Hindia/Indonesia beberapa hari ini mengakibatkan banjir, banjir bandang dan tanah longsor di berbagai lokasi Tapanuli Tengah,” kata Masinton di Instagramnya, Selasa (25/11).

“Informasi sementara empat korban jiwa, ribuan rumah terendam banjir. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah beserta Basarnas, TNI dan Polri sedang melakukan evakuasi warga ke titik lokasi aman, menyiapkan dapur umum dan pelayanan kesehatan di berbagai titik lokasi evakuasi,” ujar Masinton.

Dalam video yang dibagikan Masinton terlihat air bah mengalir begitu deras. Arusnya membawa benda-benda seperti batang kayu dan lain sebagainya.

Terlihat juga longsor yang menutupi jalan dan warga dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi.

Pos terkait