Bantul, intip24news.com –
Wajah pemasyarakatan yang humanis, membimbing, dan penuh harapan kembali ditunjukkan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari.
Tidak hanya membekali keterampilan kerja, Bapas Wonosari juga membekali ketenangan jiwa. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Bapas Wonosari menggelar Bimbingan Kemandirian Pelatihan Terapi Energi yang dipusatkan di BPVP Surakarta Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Bantul. Kegiatan yang sangat inspiratif ini diikuti oleh 30 Klien Pemasyarakatan.
Pelatihan ini terselenggara melalui kerja sama yang solid dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) Terapi Energi Sehat Lahir Batin. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali klien dengan keterampilan alternatif, sekaligus memperkuat pembinaan mental, spiritual, dan pengendalian diri sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih produktif di tengah masyarakat.
Dihadiri Kakanwil Ditjenpas DIY, Jadi Bukti Dukungan Penuh
Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta beserta jajaran, Kepala Bapas Kelas II Wonosari Andi Gafriana Mutiah, serta Kepala Satpel PVP Bantul beserta jajaran.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari para pimpinan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan program pembimbingan kemandirian yang berorientasi pada pengembangan potensi klien pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapas Kelas II Wonosari, Andi Gafriana Mutiah, menekankan pentingnya kegiatan pembimbingan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang lebih baik.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para klien pemasyarakatan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mampu membangun ketenangan diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih positif dan mandiri,” ungkapnya.
Pesan yang sangat humanis Bos. Klien tidak hanya dididik keterampilannya, tapi juga dibimbing ketenangan batinnya.
Praktik Langsung Pijat Energi dan Relaksasi Pernapasan
Lebih lanjut, pelatihan menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya, yakni Muhammad Ali Syeh Banna dan Sumaryadi, yang memberikan materi sekaligus praktik langsung mengenai terapi energi, teknik relaksasi pernapasan, dan pengenalan potensi diri.
Pada sesi pembukaan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep terapi energi yang dikaitkan dengan pendekatan spiritual dan upaya menjaga keseimbangan lahir batin. Narasumber menyampaikan pentingnya introspeksi diri, peningkatan kesadaran spiritual, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai bagian dari proses memperbaiki kualitas kehidupan.
Tidak hanya menerima materi secara teori, para peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti praktik pijat energi secara langsung. Selanjutnya, peserta dibimbing untuk mempraktikkan teknik yang diperkenalkan sebagai cara membuka energi dalam diri serta latihan relaksasi pernapasan untuk membantu menciptakan suasana tenang dan meningkatkan kesadaran terhadap kondisi diri.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam setiap tahapan praktik. Melalui pendekatan tersebut, klien pemasyarakatan diharapkan dapat memperoleh pengalaman dan wawasan baru yang bermanfaat bagi pengembangan diri.

“Kami ingin setiap program bimbingan menjadi ruang bagi klien pemasyarakatan untuk terus belajar, mengenali potensi yang dimiliki, dan mempersiapkan diri agar mampu kembali berperan secara positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tambah Andi Gafriana Mutiah.
Sinergi Tiga Pilar untuk Masa Depan Lebih Baik
Pelaksanaan pelatihan ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antara jajaran pemasyarakatan, lembaga pelatihan vokasi, dan kelompok masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan program pembimbingan yang semakin beragam, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan klien.
Seluruh rangkaian kegiatan Bimbingan Kemandirian Pelatihan Terapi Energi berlangsung dengan lancar. Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas II Wonosari menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembimbingan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada penguatan karakter, kesadaran diri, dan kesiapan klien pemasyarakatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
(Pri)












































