Hasan Munawar: Penguatan SDM dan Pencegahan Stunting Harus Menjangkau Keluarga hingga Pelosok Papua
PAPUA —intip24news Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam agenda Asta Cita. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPP IWO Indonesia) mengapresiasi upaya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam memperkuat pembangunan keluarga, pengasuhan anak, dan percepatan penurunan stunting.
Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP IWO Indonesia, Hasan Munawar, menjadi sorotan dalam dorongan agar program pembangunan keluarga semakin tepat sasaran, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk keluarga di Papua.
Program seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau luasnya sosialisasi. Ketepatan sasaran, kualitas pendampingan, pemerataan akses, dan dampak nyata bagi masyarakat harus menjadi ukuran utama.
Khusus di Papua, pelaksanaan program perlu memperhatikan kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, serta akses terhadap pelayanan kesehatan dan pendampingan keluarga. Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan organisasi lokal menjadi kunci agar program menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.
DPP IWO Indonesia juga menekankan pentingnya transparansi, evaluasi berbasis data, dan pengawasan publik. Pers memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebijakan secara profesional, menyampaikan fakta secara berimbang, serta memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Pembangunan keluarga bukan sekadar program pemerintah, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
DPP IWO Indonesia mendorong agar capaian yang terbukti terus diperkuat, kekurangan diperbaiki, dan setiap kebijakan menghasilkan perubahan positif yang dapat dirasakan masyarakat.
Sebab, keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang program yang diluncurkan, tetapi tentang manfaat nyata yang sampai kepada rakyat.












































