Bela Iran, Moskow: Standar Ganda PBB Turut Memicu Serangan Iran atas Israel

INTIP24 News – Duta Besar Rusia di PBB mengklaim bahwa Dewan Keamanan PBB turut memicu serangan Iran pada hari Sabtu terhadap Israel karena gagal mengambil tindakan atas konflik di Palestina yang berlarut-larut hingga memicu ketegangan terbaru di wilayah tersebut.

“Apa yang terjadi pada malam tanggal 14 April tidak terjadi dalam ruang hampa,” kata Duta Besar Vassily Nebenzia kepada anggota Dewan Keamanan PBB pada hari Minggu.

“Langkah-langkah yang diambil oleh Iran merupakan reaksi terhadap kelambanan dewan ini yang memalukan.” Imbuhnya.

Pemicu konflik yang meluas adalah serangan rudal pada tanggal 1 April yang menewaskan tujuh perwira militer Iran, termasuk dua komandan senior, di konsulat Teheran di Damaskus.

Bacaan Lainnya

“Fktanya hal tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional mengenai instalasi diplomatik yang tidak dapat diganggu gugat,” kata utusan Rusia itu.

“Kami meminta rekan-rekan Dewan Keamanan PBB untuk secara jelas dan tegas mengutuk tindakan sembrono tersebut untuk memastikan tindakan serupa tidak terulang kembali,” kata Nebenzia.

“Kami juga memperingatkan bahwa jika tidak, risiko terulangnya tindakan serupa dan eskalasi secara umum di kawasan ini akan semakin meningkat.” Ia menambahkan, “Hasilnya sekarang sudah jelas untuk dilihat semua orang.”

Iran meluncurkan ratusan drone bunuh diri dan rudal jarak jauh terhadap Israel pada Sabtu malam.

Sementara itu Yerusalem Barat (Israel) mengklaim keberhasilan dalam mencegat 99% serangan dan mencegah jatuhnya korban besar atau kerusakan infrastruktur.

Kementerian Luar Negeri Israel menanggapinya dengan menyerukan “sanksi yang menyakitkan” terhadap Iran, serta menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Teheran sebagai organisasi teroris.

Diketahui Sidang darurat Dewan Keamanan PBB diadakan untuk membahas serangan itu.

Nebenzia membandingkan kekhawatiran dewan tersebut dalam melindungi negara-negara Barat dan sekutunya dengan kelambanan dewan tersebut ketika Israel mengebom konsulat Iran.

“Kami tahu betul bahwa serangan terhadap perwakilan diplomatik adalah sebuah casus belli (provokasi) menurut hukum internasional. Dan jika representasi Barat terkena dampaknya, Anda akan segera melakukan pembalasan.”

Namun, ia menambahkan, “bila menyangkut hak-hak negara lain, termasuk hak untuk membela diri, itu adalah hal yang berbeda, seperti yang sering Anda katakan… Yang kita saksikan adalah kemunafikan dan standar ganda. Hal itu memalukan untuk ditonton.”

AS, Inggris, dan Perancis pada dasarnya menolak untuk mengkonfirmasi bahwa prinsip-prinsip dasar hukum internasional mengenai fasilitas diplomatik berlaku sama untuk semua negara, kata Nebenzia.

Pada saat yang sama, Israel tidak menghadapi konsekuensi apa pun karena mengabaikan resolusi PBB, termasuk tuntutan gencatan senjata di Gaza pada bulan lalu.

“Kami berpendapat bahwa sangat mendesak bagi seluruh komunitas internasional untuk melakukan semua upaya yang diperlukan untuk meredakan ketegangan,” kata duta besar tersebut.

“Jika tidak, kawasan ini bisa terseret ke dalam lingkaran setan yang saling menyerang dan melakukan kekerasan.”

Pos terkait