Bertemu Presiden, Ketum Solmet Dampingi Petani Laporkan Pencaplokan Tanah 947HA di Siak

INTIP24NEWS | SIAK – Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina, SH mendampingi Ustad Karim Pohan sebagai perwakilan dari Kelompok Tani Manunggal yang menaungi petani berjumlah 492 KK melaporkan kepada Presiden Jokowi secara langsung pencaplokan dan penguasaan tanah secara tidak sah milik masyarakat seluas 947 HA yang dilakukan oleh salah satu perusahaan sawit di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak sejak tahun 1996.

Perusahaan telah membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) diatas Lahan Kelompok Tani tersebut.

Pencaplokan dan Pengusiran Lahan Petani dilakukan perusahaan di bekingi oleh oknum aparat hingga petani kocar kacir dari lahan miliknya yang sudah ditanami + 400 Ha Sawit berumur 1 tahun sejak Tahun 1994, 1995 dan 1996 tanpa ada perundingan atau bahkan ganti rugi.

Perjuangan 492 KK atau + 2.000 Petani sampai saat ini menemui jalan buntu dikarenakan kuatnya beking dari oknum aparat dan pemerintah yang membela Perusahaan Sawit tersebut.

Bacaan Lainnya

Kelompok Tani Manunggal mempunyai Legalitas Hak Surat Keterangan Tanah 487 SKT Tahun 1994, 1995 dan 1996 yang diterbitkan oleh Kepala Kecamatan Siak. (Asli)

“Saya bersyukur dan berterimakasih hari ini bisa mewakili 492 KK Petani berbicara langsung dengan Presiden meminta keadilan dan solusi bagi rakyat kecil seperti kami yang di zolimi dan diusir oleh perusahaan sawit yang dibekingi oleh oknum aparat dari lahan dan kebun hak milik kami yang telah kami tanami sawit sejak tahun 1994 dan akhirnya diusir secara sepihak tahun 1996.
Dan Alhamdulillah Presiden menerima kami dengan hangat dan respon yang positif bahkan berkali kali Beliau menanyakan surat surat yang sebelumnya sudah diserahkan oleh kami ke Ajudan Presiden sebelumnya.Dan Presiden berjanji akan membantu membereskan masalah tanah kami,” ujar Ustad Karim Pohan, Ketua Kelompok Tani Manunggal dari Rumah Makan Pondok Khas Melayu, Pekanbaru tempat Presiden Jokowi makan siang setelah sebelumnya meninjau pelaksanaan vaksinasi masal di GOR Remaja Pekanbaru dan Meninjau pengerjaan penyelesaian Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang, Rabu, 19 Mei 2021.

Sementara itu Silfester Matutina, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih yang ikut mendampingi para petani merasa lega dan yakin bahwa Presiden akan membantu rakyat kecil yang mencari keadilan.

“Saya sangat percaya dan menaruh harapan yang sangat besar Bapak Presiden akan membantu mencarikan solusi yang terbaik untuk + 2.000 petani yang saat ini teraniaya dan terzolimi hidupnya pun sangat susah dan menjadi buruh tani tenaga serabutan.Semoga tanah hak milik para petani ini berpulang kembali kepada yang berhak untuk digarap lagi dan diwariskan buat anak cucu mereka.”

Demikian pernyataan penutup Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina. (WS/ TLN).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *