Gunungkidul, intip24news.com
Suasana liburan di Pantai Drini, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, kini semakin seru dan nyaman. Pengunjung bisa menikmati keindahan 3 pantai sekaligus dengan Angkutan wisata Jip yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat.
Wisata keliling pantai menggunakan Jip ini menjadi salah satu daya tarik utama di kawasan Pantai Drini. Dengan rute Drini – Kukup – Sepanjang, pengunjung diajak menyusuri bibir pantai, jalur offroad pasir, hingga spot-spot foto terbaik di atas bukit.
Kang Precil selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Drini sekaligus Ketua Jip Pantai Drini mengatakan, keberadaan armada Jip ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan.
“Kami dari Kelompok Sadar Wisata Pantai Drini berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Driver kami sudah hafal medan dan spot foto. Jadi wisatawan tinggal duduk manis menikmati perjalanan,” ujar Kang Precil saat ditemui awak media di area Pantai Drini Kalurahan Banjarejo Kapanewon Tanjungsari ,Gunungkidul DIY (Sabtu 18 juli 2026) pukul 09.00 WIB
Menurut Precil, 1 unit Jip bisa memuat 4-5 orang. Dalam satu kali trip, wisatawan akan diajak ke beberapa destinasi populer di Gunungkidul bagian selatan. Selain mengantar, driver juga bertugas sebagai pemandu dan fotografer dadakan.
“Keunggulan naik Jip ini, kita bisa dapat pengalaman beda. Lewat pasir, tanjakan, terus berhenti di titik terbaik buat foto. Jauh lebih nyaman dan praktis daripada jalan kaki,” tambahnya.
Keindahan Pantai Drini
Pantai Drini sendiri dikenal dengan pasir putihnya dan pulau karang di tengah laut yang bisa dikelilingi saat air surut. Airnya jernih sehingga cocok untuk snorkeling. Ditambah kuliner seafood di Pantai Kukup dan hamparan pasir luas di Pantai Sepanjang, membuat paket wisata Jip ini banyak diminati keluarga dan anak muda.
Tarif sewa Jip bervariasi mulai Rp400.000 – Rp600.000 per Jip keliling sampai 5-6 pantai
Keberadaan Kelompok Sadar Wisata di bawah pimpinan Precil ini juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar sebagai driver, pemandu, dan pelaku UMKM.
Pemerintah daerah berharap wisata berbasis komunitas seperti ini bisa terus berkembang dan menjaga kelestarian alam Pantai Selatan Gunungkidul
(Pri)













































