INTIP24NEWS | PALI – Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo terus berupaya merealisasikan program program pembangunan sampai ke pelosok-pelosok desa yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat salah satunya disektor pangan.
Tentunya dengan baiknya hasil pangan yang dikelolah oleh masyarakat bisa mendongkrak tingkat perekonomian masyarakat di daerah tersebut.
Di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan sudah banyak program pemerintah pusat yang direalisasikan, tentunya diharapkan dengan program program tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kabupaten PALI.
Salah satu program pemerintah pusat yang sudah masuk ke kabupaten PALI yaitu Program Opla cetak sawah yang berada di Desa Pengabuan Mecamatan Abab.
Dan program opla cetak sawah tersebut sangat luar biasa bagusnya, mengingat desa Pengabuan
. memang memiliki hamparan luas area persawahan yang tentunya sangat membutuhkan perhatian pemerintah pusat. Tujuannya supaya warga desa pengabuan yang menggantungkan hidup di sektor pertanian persawahan bisa meningkatkan hasil pertaniannya.
Namun terkadang program yang dianggarkan oleh pemerintah pusat jika tidak diperhatikan dan dipantau dengan serius disinyalir malah hanya dijadikan oleh oknum oknum sebagai ladang untuk mencari kekayaan pribadi. Dan hasilnya pun tidak sesuai harapan pemerintah pusat.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga desa Pengabuan Kecamatan Abab yang meminta namanya untuk diinitialkan KH Senin, (07/06) dijelaskannya kalau pada tahun 2019 lalu ada anggaran dari pemerintah pusat untuk program opla cetak sawah desa pengabuan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat.
“Dari informasi yang didapat, bahwa program Pemerintah Pusat untuk opla cetak sawah di Desa Pengabuan tahun 2019 lalu untuk mengelola lahan pertanian seluas 1800 hektar, dengan mendapat bantuan Pemerintah Pusat sebesar Rp 4 Juta perhektar, yang diperuntukan agar sawah masyarakat hasilnya lebih produktif”
”Bantuan Pemerintah Pusat tersebut diperkirakan sebesar Rp 4 Juta perhektar, untuk dipergunakan untuk memperbaiki sawah masyarakat supaya lebih menghasilkan”Jelasnya
Namun diduga luas lahan opla cetak sawah yang digarap oleh kelompok tani (Gapoktan) yang mencapai 1800 Hektar tersebut tidak sesuai anggaran dan realisasi dilapangan, bisa dikatakan program opla tersebut terindikasi banyak yang fiktif.
“Kami curigai kalau program opla persawahan dimaksud tidak mencapai 1800 Hektar, dan diduga banyak yang fiktif. Sebab saya sendiri sebagai warga desa pengabuan sangat meyakini kalau program pemerintah pusat untuk opla sawah tersebut diperkirakan hanya kurang lebih 1000 Hektar” Ungkapnya.
“Diperkirakan ada sebanyak 800 Hektar program opla persawahan tahun 2019 lalu yang diduga di Fiktifkan” tambahnya
Lanjutnya, bahkan bukan cuma permasalahan opla itu saja, dari informasi yang dapat bahwa pada tahun 2017 dan 2018 ada bantuan dari pemerintah pusat untuk para kelompok tani (Gapoktan) sebesar Rp. 1.500.000,.(satu juta lima ratus ribu rupiah) dan Rp. 2.000.000,.(dua juta rupiah) yang diduga juga hanya beberapa orang yang menerima bantuan tersebut. Tidak semua anggota kelompok tani yang menerimanya.
“Dari informasi yang didapat, kalau pada tahun 2017 dan 2018 lalu pemerintah pusat telah memberikan bantuan kepada para anggota kelompok tani (Gapoktan). Namun tidak semua anggota yang menerima bantuan tersebut” Ungkap KH
“Kami juga mempertanyakan kemana anggaran negara tersebut” tambahnya
Dikatakannya lagi, dirinya juga sebagai masyarakat desa pengabuan kecamatan Abab meminta kejelasan data nama siapa saja yang masuk dalam anggota kelompok tani (Gapoktan) cetak sawah tersebut. Karena kuat dugaan dalam nama nama yang tergabung dalam kelompok tani tersebut dimanipulasi dan diduga Fiktif.
“Kami juga meminta data nama nama warga yang tergabung dalam kelompok tani tersebut, karena kuat dugaan kami data tersebut dimanipulasi dan diduga Fiktif” Harap KH
Sambungnya lagi, dari permasalahan tersebut kami meminta kepada pihak pihak terkait jika perlu bapak presiden RI Ir Joko Widodo mengetahui permasalahan cetak sawah yang berada di desa pengabuan kecamatan Abab Kabupaten PALI ini supaya bisa membentuk tim investigasi ke lapangan. Karena sangat di sayangkan uang negara seperti terbuang sia-sia bahkan diduga hanya menjadi ladang para oknum untuk mencari keuntungan pribadi.
“Kami berharap supaya pihak terkait supaya bisa turun kelapangan, periksa data dan program yang sudah dianggarkan dalam program opla cetak sawah tersebut”
“Jika benar ada oknum yang bermain dalam permasalahan ini, jika ada oknum yang melakukan praktek korupsi dalam program cetak sawah tersebut supaya bisa di sanksi hukum” Pungkasnya
Terpisah saat disambangi dikantornya kepala desa pengabuan Kecamatan Abab “Suprianto” senin,(07/06) menjelaskan terkait program pemerintah pusat pada program cetak sawah yang berada di desanya. sampai saat ini dirinya sebagai kepada desa tidak pernah diberitahu baik data data anggota kelompok. Maupun kegiatan program yang dilaksanakan oleh kelompok tani (Gapoktan) pada program cetak sawah tersebut.
“Sudah beberapa kali saya sebagai kepala desa menghimbau kepada ketua Gapoktan untuk melaporkan data-data anggota kelompok. Namun sepertinya mereka sangat tertutup pada pemerintah desa. Sehingga kami tidak tahu sama sekali apa yang dilakukan oleh Gapoktan tersebut” Ungkapnya
Sedangkan terpisah saat dikonfirmasi via telepon seluler ke nomor 08127803XXXX ketua kelompok tani (Gapoktan) “Sarbeni” senin,(07/06) terkait Permasalahan ini tidak banyak menjelaskan karena sedang berada dirumah keluarga yang sedang sakit.
“Nanti saja, saya sedang berada ditempat orang sakit dan saat ini sedang ramai” singkatnya.






















































