Excavator Milik Negara Yang Dipinjam Gapoktan Dibiarkan Tertanam di Lumpur

INTIP24NEWS | PALI – Sebelumya permasalahan cetak sawah yang berada didesa pengabuan kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan sudah sering menuai protes dan keluhan warga. Baik dalam pelaksanaan proyek yang dilakukan pada petak sawah itu sendiri bahkan juga dugaan manipulasi hasil yang didapat dalam program cetak sawah tersebut.

Kali ini alat berat Excavator yang dipinjam pakaikan oleh dinas pertanian Provinsi Sumatera Selatan untuk kelompok tani (Gapoktan) yang mengelola cetak sawah desa pengabuan kecamatan Abab dibiarkan terbenam didalam lumpur tanpa ada upaya untuk diangkat atau diambil kembali. Bahkan yang lebih anehnya lagi alat berat yang di pinjam pakaikan pada kelompok tani (Gapoktan) untuk lahan pertanian persawahan didesa pengabuan tersebut terbenam bukan di lahan pertanian, masalh ini tentunya menjadi pertanyaan warga ada apa dengan alat berat Excavator tersebut atau mungkin alat yang di pinjam pakaikan untuk kelompok tani tersebut malah di sewakan ke orang lain untuk kepentingan pribadi oknum.

Hal ini diungkapkan salah seorang warga desa pengabuan kecamatan Abab yang meminta namanya untuk diinitialkan YS minggu,(06/06) dikatakannya alat berat Excavator tersebut sepengetahuannya sudah lebih setahun dibiarkan terbenam didalam lumpur.

“Sudah setahun lebih alat tersebut dibiarkan tertanam dalam lumpur, kalau lokasi tertanam nya alat berat tersebut bukan diwilayah cetak sawah yang di kelolah oleh kelompok tani”

Bacaan Lainnya

“Kami juga heran mengapa alat yang harganya mahal tersebut dibiarkan terbenam begitu saja tidak di ambil. Apakah itu oleh alat yang dibeli oleh negara pakai uang rakyat sehingga tidak merasa rugi” keluh YS

Dikatakannya lagi, cetak sawah yang berada didesa pengabuan ini sudah lama di garap dan sudah banyak anggaran negara yang diserap dalam program ini. Namun sawah ini belum banyak menghasilkan.

“Sudah lama sawah ini dikelolah, tetapi belum menunjukan hasil nyata baik bagi kami. sudah berapa puluh miliar uang negara di alokasikan dalam program pertanian ini. Dan kami nilai program pertanian ini gagal” pungkas YS kesal

Sedangkan terpisah kepala desa pengabuan kecamatan Abab “Supriyanto” saat dimintai tanggapannya via telpon seluler minggu,(06/06) menjelaskan bahwa dirinya sebagai kepala desa tidak banyak tahu apa saja program yang di laksanakan oleh kelompok tani (Gapoktan). Karena selama dirinya menjabat kepala desa pihak kelompok tani Gapoktan tidak perna melibatkan pemerintah desa dalam perihal apa pun. Baik adanya program proyek pertanian yang di kelola oleh kelompok tani Gapoktan karena sepertinya program pertanian di desa pengabuan ini tidak perlu dengan pemerintah desa dan terkesan tertutup.

“Saya sebagai kepala desa pengabuan tidak tahu apa saja permasalahan yang dialami oleh kelompok tani (Gapoktan) karena mereka selama ini terkesan tertutup pada pemerintah desa. Sehingga apa pun bentuk program di dalam kelompok pertanian tersebut kami sebagai Pemerintah desa tidak tahu apa apa”

“Seharusnya apa pun kegiatan dan program yang ada didalam desa harus di laporkan dan di beritahukan kepada pemerintah desa. Karena apa pun yang terjadi didesa itu tanggung jawab kami juga sebagai pemerintah desa” pungkasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *