INTIP24NEWS.COM – Ratusan warga tewas, infrastruktur dan situs bersejarah rusak akibat gempa mengerikan yang terjadi di Turki dan Suriah pada hari Senin (6/2).
Lebih dari seribu orang dilaporkan tewas, karena bangunan runtuh dan infrastruktur rusak di kedua sisi perbatasan.
Gempa tersebut terdeteksi pada pukul 04:17 (0117 GMT), menurut Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD).
Itu berpusat di distrik Pazarcik di provinsi selatan Kahramanmaras pada kedalaman 7 kilometer.
Badan tersebut awalnya mengukur gempa pada skala 7,4, tetapi kemudian merevisinya menjadi 7,7.
Lusinan gempa susulan terdeteksi di kemudian hari di Türkiye selatan, Teluk Alexandria dan Suriah, menurut pemantau gempa, dengan lonjakan terkuat dilaporkan sebesar 7,5 magnitudo.
Türki terletak di bagian dunia yang aktif secara seismik, tetapi gempa hari Senin adalah salah satu yang terkuat dalam sejarahnya, dengan lebih dari 1.000 orang tewas, menurut pihak berwenang Turki.
Presiden Recept Tayyip Erdogan mengatakan bencana tersebut menghancurkan sekitar 2.800 bangunan. Dia menyebutnya gempa terburuk di negara itu sejak 1939.
Suriah menghentikan layanan kereta api. Lalu lintas kereta api telah ditangguhkan di seluruh Suriah setelah negara itu dilanda gempa mematikan, kata Kementerian Transportasi pada hari Senin.
Dalam sebuah pernyataan di situsnya, kementerian mengatakan tim teknis sedang memeriksa jalan, rel, jembatan, dan feri untuk kerusakan.
Gempa bumi dahsyat melanda Türkiye selatan dan Suriah barat laut pada Senin pagi, menyebabkan kehancuran di kedua negara.
Menurut Kementerian Kesehatan Suriah, lebih dari 400 orang tewas dan lebih dari 1.300 terluka
Kementerian Minyak dan Sumber Daya Mineral Suriah mengatakan bahwa kilang Banias di pantai Mediterania, yang terbesar di negara itu, ditutup setelah gempa menyebabkan kebocoran produk minyak bumi.
Para pejabat mengatakan beberapa situs bersejarah dan artefak rusak, termasuk benteng abad pertengahan Aleppo, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO.
Retakan muncul di fasad museum utama kota kuno itu, menurut pihak berwenang.
Tentara telah dikerahkan ke daerah yang terkena dampak untuk membantu penyelamat membersihkan puing-puing dan mencari korban selamat.
Di negara tetangga Türkiye, lebih dari 1.100 orang tewas dan lebih dari 7.000 terluka, kata pihak berwenang.
Menurut Presiden Recep Tayyip Erdogan, bencana itu merupakan gempa bumi terkuat yang pernah dialami negara itu sejak 1939.
Sumber: RT
Editor: Hasan M

























































