Ketua Ormas Laskar Merah Putih Kecam Arogansi Pengusaha Proyek Galian Tanah Merah di Ciwates Desa Tambiluk Kec. Petir Kab. Serang

KABUPATEN SERANG | Intip24news.com- Ketua Ormas Laskar Merah Putih Kabupaten Serang , Ali Sumarna, menyatakan menolak Rencana Galian tanah di Kawasan Ciwates Desa Tambiluk Kec. Petir Kabupaten Serang Provinsi Banten. Serta mengecam Arogansi Pengusaha Proyek galian tanah tersebut, karena belum ada izin , sudah menurunkan alat berat dengan alasan untuk perbaikan jalan.

Hal ini disampaikan Sumarna kepada Wartawan , di Kantor Ormas LMP Kabupaten Serang. Sabtu ( 11/12/2021 ).

Menurut Sumarna , pihaknya mendapat informasi bahwa Proses perizinan Proyek galian tanah merah tersebut baru tahap sosialisasi, tetapi mengapa sudah menurunkan alat berat, bahkan Lurah dan Camat setempat saja belum membubuhkan tanda tangan karena Galian tanah merah di wilayah kecamatan Petir selalu bermasalah dengan Pro dan Kontra sehingga bisa merusak hubungan antar Warga di Daerah tersebut.

IMG-20211211-WA0015

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, Proyek galian Di kawasan tersebut sebenarnya telah ditutup karena Aksi pro kontra pada tahun 2020 lalu.

“Saya mengecam keras sikap arogan pengusaha proyek galian tanah yang berencana membuka proyek di lokasi kawasan Ciwates tersebut, karena dengan vulgar melanggar aturan perizinan dengan menurunkan alat berat saat proses perizinan baru tahap sosialisasi.
Seharusnya tempuh dulu perizinan , jika sudah terbit silahkan laksanakan.” Ujar Sumarna .

” Sementara kami mendengar Kepala Desa dan Camat saja belum membubuhkan tanda tangan , ini merupakan sikap arogan seolah olah Daerah ini milik mereka. ” Ungkap Sumarna kesal.

Oleh karena itu, Ormas Laskar Merah Putih Kabupaten Serang dengan tegas menolak proyek tersebut dan akan memberikan masukan kepada pihak perizinan agar tidak memproses izin galian tanah merah itu.

” Kami akan segera meluncur ke Dinas terkait untuk memberikan masukan bahwa di Lokasi tersebut jangan diberikan izin galian karena banyak merugikan masyarakat dari sisi kondusifitas dan kerukunan warga nya.” Tambah Sumarna.
Sementara informasi yang diperoleh Media ini menyebutkan bahwa Yang hadir dalam sosialisasi di rumah orangtua pengusaha saja tidak semua setuju dengan adanya proyek galian tersebut. Bahkan Camat dan Kepala Desa tidak mau membubuhkan tanda tangannya.
” Saya belum tanda tangan dan tidak akan tanda tangan jika masih belum kondusif , Kata pak Lurah.” Ungkap salah satu sumber .
Terkait sudah turunnya alat berat Kepala Desa dan Camat juga menyatakan diluar dugaan dan tidak sepengetahuannya. Al( WS/ TLB )

Pos terkait