Modus Pengadaan Bansos, PT. BKS Diduga Catut Nama Kemensos Menipu Vendor

INTIP24NEWS | BEKASI KOTA – Beberapa vendor proyek program Kemensos di sinyalir ditipu mantan Anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tentu hal ini sangat mencoreng nama partai berlogo banteng tersebut.

Dari beberapa vendor yang diduga korban penipuan dengan modus pengadaan tenaga kerja tersebut menceritakan ke awak media, salah satunya PT. PRABU yang berada di wilayah Pagaden Subang Jawa barat, salah satu PT yang bergerak dalam bidang Outsorcing yang menjadi korban dengan kerugian ratusan juta.

Aang, Humas PT.PRABU mengatakan, “Kami sebagai PT penyedia barang dan jasa sangat di rugikan oleh PT.BKSK yang sampai saat ini.tidak ada kejelasan dan kami menduga ini proyek fiktip pihak nya akan menggandeng Advokat untuk melaporkan kejadian ini ke Kemensos dan Polda Metro jaya,” kata Aang, Kamis 06/05/2021.

Hal senada diungkapkan , Alex Ander Nofyan menyebutkan pihaknya telah diiming-imingi fee 12 persen dari nilai anggaran yang sudah ditentukan.

Bacaan Lainnya

Modus pelaku meminta pihaknya agar menyiapkan ratusan tenaga kerja untuk packing logistik Bansos, Banpres bahkan bantuan Covid 19 dari Partai Perindo, bebernya.

“Dengan surat perjanjian dari PT Bina Kerdja Setia Kawan yang ditandatangi langsung Direktur Utama atas nama Sahat Reynold Tambunan itu ternyata ilegal,” sebutnya, (6/5).

Alek pun menjelaskan, “bahwa perjanjian yang diberikan berupa tulis tangan serta MoU dengan poin merekrut tenaga kerja sebanyak 287 orang.

“Seiring berjalannya waktu kami diminta untuk menambah tenaga kerja lagi serta dibarengi dengan surat pernyataan dari PT. BKSK itu,” jelasnya.

Adapun perjanjian yang disebutkan PT. BKSK, kata Alex tempat bekerja karyawan tersebut di beberapa daerah seperti Pondok Ungu, Jati Asih, Kota Bekasi dan Kawasan MM2011.

“Diperkirakan untuk nilai kerugian saya sendiri sebanyak Rp. 130 Juta, belum lagi 7 Pendor lainnya,”
tandasnya.

Awak media coba mengkonfirmasi Sahat Reynold Tambunan Selaku Diterktur PT.Bina Kerdja Setiakawan ( BKS) untuk menggali keterangan namun telepon dan pesan Watsaap tidak di jawab, dan sampai berita ini di publikasikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *