INTIP24NEWS.COM – Pakar gempa (seismolog) Turki, Dogan Perincek mengungkapkan gempa berskala besar berikutnya dapat saja segera terjadi di negera itu. Menurut pengamatannya, peristiwa itu di dekat pelabuhan Canakkale, di Laut Marmara.
Berbicara kepada RIA News, Dogan Perincek menyatakan bahwa gempa besar terjadi di wilayah sekitar kota pelabuhan Canakkale setiap 250 tahun sekali.
Yang terakhir, menurut Perincek, terjadi 287 tahun yang lalu, artinya “telah tiba waktunya”.
“Selama sepuluh hari terakhir, saya mencatat peningkatan aktivitas seismik di Canakkale dari arah Laut Marmara,” kata Perincek.
“Saya telah melakukan pemantauan harian dan analisis aktivitas seismik di negara tersebut menggunakan peta khusus selama lebih dari sepuluh tahun,” imbuh dia.
“Dan selama tiga tahun ini, saya telah memprediksi gempa bumi di Canakkale,” kata ilmuwan tersebut.
Peringatan itu datang setelah serangkaian gempa dahsyat mengguncang Türki tenggara dan Suriah utara pada hari Senin lalu.
Gempa berkekuatan 7,8 SR yang kemudian menjadi salah satu dari sekitar 6,7 SR beruntun, yang masing-masing disertai oleh beberapa lusin gempa susulan, hingga akhirnya merobohkan ribuan bangunan di wilayah tersebut yang menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka.
Menurut pejabat Turki, jumlah korban tewas di negara itu saat ini mencapai lebih dari 14.000 orang dan sebanyak 64.000 orang terluka. Angka igu terus bertambah karena bnyak lagi yang masih belum ditemukan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Suriah mencatat 1.262 kematian hingga Rabu.
Organisasi Kesehatan Dunia juga memperkirakan bahwa bencana tersebut pada akhirnya dapat berdampak pada kehidupan 23 juta orang, terutama di Suriah, yang telah menderita konflik bersenjata selama satu dekade dan sistem perawatan kesehatan yang berantakan di bawah pertempuran, serta sanksi AS yang berkepanjangan.
Tim penyelamat, sementara itu, terus membersihkan puing-puing dan mencari korban selamat. Tim dari berbagai negara pun turut membantu para korban terdampan di kedua negara bagian.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara resmi mengumumkan masa berkabung selama tujuh hari bagi para korban bencana, yang disebutnya sebagai yang terburuk sejak 1939.
Sumber: RT
Editor: Hasan M

























































