PSKBI Tutup Latihan Silat Jelang Ramadhan 1447 H, Fokus Ibadah dan Perkuat Prestasi

Serang,Intip24News.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Paguron Singandaru Karuhun Banten Indonesia (PSKBI) menggelar tradisi tahunan penutupan latihan silat. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang, Minggu malam (15/2/2026), dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota dari tingkat DPP, DPW, DPD kabupaten/kota hingga padepokan di bawah naungan PSKBI.


Tradisi ini menjadi penanda dihentikannya sementara seluruh aktivitas latihan rutin selama bulan Ramadhan, agar para pesilat dapat lebih fokus menjalankan ibadah puasa. Ketua Panitia Penyelenggara, Hannibal, mengatakan keputusan tersebut merupakan komitmen bersama keluarga besar PSKBI untuk mengutamakan nilai spiritual di bulan suci.


“Hari ini kami melaksanakan latihan bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan sebelumnya. Selama Ramadhan, kami ingin seluruh anggota fokus beribadah,” ujar Hannibal di sela kegiatan.
Meski menjadi momen penutupan, suasana tetap semarak.

Para pesilat menampilkan berbagai atraksi seni bela diri khas Banten, mulai dari aliran Cimande, Terumbu, Bandrong hingga Debus. Pertunjukan tersebut menjadi simbol kekayaan tradisi sekaligus komitmen PSKBI dalam melestarikan budaya lokal.
Hannibal menegaskan, PSKBI bukan sekadar perguruan silat, tetapi wadah besar yang merangkul berbagai aliran seni bela diri Banten. Selain menjaga tradisi, organisasi ini juga berorientasi pada pembinaan prestasi atlet.

Bacaan Lainnya


Capaian PSKBI di berbagai kejuaraan pun terbilang membanggakan. Hannibal menyebut sekitar 80 hingga 90 persen atlet yang diterjunkan dalam turnamen berhasil meraih medali emas. Pada ajang turnamen silat fighter yang digelar IPSI Nasional akhir 2025, dari sembilan atlet yang dikirim, tujuh meraih emas dan dua lainnya membawa pulang medali perak.


Ketua Harian DPP PSKBI, Lutfi Tri Putra, menambahkan bahwa selain membina atlet berprestasi, pihaknya juga aktif bersinergi dengan Polda Banten dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Namun demikian, Lutfi berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap para pegiat seni budaya. Ia mengakui, selama ini pembinaan atlet masih banyak mengandalkan swadaya internal perguruan.


“Pembinaan masih dari swadaya. Kami berharap ada dukungan nyata dari pemerintah agar prestasi ini bisa terus meningkat hingga ke tingkat internasional,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Wakil Direktur Binmas Polda Banten, AKBP Zaenudin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa bela diri harus melahirkan pribadi yang disiplin dan rendah hati, serta mampu memberi manfaat bagi masyarakat.


“Prestasi dan kemampuan bela diri bukan untuk kesombongan, tetapi untuk menjaga kamtibmas dan memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujarnya.


Sebagai penutup, para pimpinan PSKBI berpesan agar seluruh anggota tetap menjaga disiplin, kerendahan hati, dan memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperkuat nilai spiritual. Ilmu bela diri yang dimiliki diharapkan menjadi sarana pengabdian dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.

( Red- Rls )



Pos terkait