Relawan RI Berikut 2 Orang Jurnalis yang Ikut Global Sumud Flotilla Diculik Israel

JAKARTA | INTIP24 News – Sejumlah relawan dan dua wartawan asal Indonesia yang tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla dilaporkan telak diculik tentara Israel di perairan Gaza.

Para relawan Indonesia tersebut berlayar dengan semangat solidaritas serta membawa bantuan logistik, sementara para wartawan yang ikut serta tengah melakukan tugas jurnalistik dan kemanusiaan.

Dilaporkan, sebuah video yang memperlihatkan salah satu Republika, Bambang Noroyono, yang telah diculik Israel. Dalam video yang diunggah di Instagram tersebut, terlihat Bambang, dengan berjaket hitam, menyampaikan pernyataannya dengan mengacungkan paspor Indonesia di tangannya.

“Jika anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” kata Bambang dalam video tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya meminta agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajah Zionis Israel,” ujarnya.

Menurut Republika, pasukan Zionis Israel dilaporkan melakukan intersepsi terhadap armada flotilla pada Senin pagi waktu Turki, di perairan Siprus sekitar 200 mil laut dari Gaza. Bambang bersama sejawat wartawan dan relawan lain diketahui menaiki kapal “Boralize” saat dicegat Israel.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) ini. Kementerian pun mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

“Kami akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang kepada Tempo, Senin malam, 18 Mei 2026.

Berikut daftar nama WNI Indonesia tersebut:
Herman Budianto Sudarsono. (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
Andi Angga Prasadewa – (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef
Asad Aras Muhammad – (GPCI – Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1
Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho – (Tempo) Kapal Ozgurluk
Rahendro herubowo (GPCI – iNewsTV, Berita1, CNN) kapal Ozgurluk

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menepis narasi bahwa Indonesia harus membuka hubungan diplomatik dengan Israel demi membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang kini ditahan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza.

HNW menegaskan, ketiadaan hubungan diplomatik formal bukanlah hambatan bagi negara untuk memberikan perlindungan penuh terhadap warga negaranya.

“Memang benar, Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel. Tapi, bukan berarti kemudian Israel boleh melakukan apa pun dan Indonesia harus diam tidak melakukan pembelaan terhadap warganya,” ujar HNW di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut HNW, sikap konsisten Indonesia terhadap Israel harus tetap berpijak teguh pada amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan. Ia menilai, tindakan penahanan relawan kemanusiaan oleh militer Israel di perairan internasional merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Posisi Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan HAM PBB dinilai sebagai kartu as yang bisa dimainkan untuk menekan rezim Zionis.

“Indonesia sekarang adalah ketua Dewan HAM PBB. HAM itu bersifat universal, hukumnya pun hukum internasional. Apa yang dilakukan Israel sudah jelas pelanggaran hukum dan HAM internasional,” tutur politisi senior tersebut.

Pos terkait