Rp15 Miliar Untuk Akses Jalan Purun-Tanah Abang PALI, Namun Jalan Ini Tak Kunjung Mulus

INTIP24NEWS | PALI – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) atau biasa di sebut bumi serepat serasan, selama 8 tahun ini sejak menjadi daerah otonomi baru (DOB) tahun 2013 lalu. Pembangunan sarana infrastruktur jalan merupakan prioritas Pemerintah Kabupaten Kabupaten PALI. Sehingga tidaklah heran, demi memuluskan sarana transportasi darat, di bumi Serepat Serasan ini tidak bisa lagi membedakan mana sarana jalan milik umum dan mana sarana jalan milik perusahaan. Semuanya dibangun dan dianggarkan melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun melalui APBN. Dan hal ini patut diapresiasi,

Namun sayangnya, selama 8 tahun Kabupaten Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berdiri dan fokus membangun infrastruktur jalan. Masih banyak terdapat akses jalan penghubung antar desa dan kecamatan di kabupaten PALI yang buruk enta itu sudah di bangun namun sudah hancur kembali, atau memang belum tersentuh pembangunan sama sekali.

Uraian di atas adalah terkait masih buruknya akses jalan penghubung desa purun kecamatan penukal menuju desa tanah abang kecamatan tanah abang kabupaten PALI. Walaupun sudah beberapa tahun di anggarkan untuk memperbaiki akses jalan ini. Namun jalan yang hanya memiliki panjang lebih kurang 10.KM ini tidak kunjung mulus dan saat ini dipenuhi lobang yang tentunya sangat membahayakan pengguna jalan.

Hal ini dikeluhkan salah seorang warga yang saat itu sedang melintas “Rahman” senin,(07/06) dikatakannya rusaknya akses jalan penghubung antar kecamatan tersebut sangat dikeluhkan. Karena banyaknya lobang yang dalan di akses jalan tersebut bisa membuat kendaraan rusak bahkan mengancam keselamatan warga yang setiap harinya melintas di jalan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Harus hati hati jika melintas di jalan ini (purun-tanah abang,red) karena mobil saya baru saja masuk ke lobang yang dalam pada jalan ini dan membuat mobil saya pecah bemper bagian depannya” ungkapnya

Dikatakannya lagi, sebagai masyarakat diri nya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten PALI supaya akses jalan penghubung antar dua kecamatan ini bisa secepatnya di bangun.

“Selain banyaknya bagian jalan yang rusak dan berlobang, pengecoran proyek pada jalan ini juga dikerjakan bertingkat. Sehingga kapan saja bisa membahayakan dan mengancam keselamatan pengguna jalan”pungkasnya

Sedangkan menurut sumber data yang di himpun oleh awak media di lapangan sudah beberapa tahun jalan ini dianggarkan dan dikerjakan, antara lain sebagi berikut :

Pada APBD 2015

Nama kegiatan : Pelebaran jalan tanah abang-purun
Instansi : Dinas Pekerjaan Umum
Pagu : Rp. 6.000.000.000,.
Hps : Rp.6.000.000,.
Pelaksana : PT. KRIS JAYA PERKASA (Prabumulih)

kemudian pada APBD 2018

Nama kegiatan : Peningkatan jalan Sp.desa tanah abang-Purun
Instansi : Dinas Pekerjaan Umun
Pagu : Rp. 4.000.000.000,.
Hps : Rp.4.000.000,.
Pelaksana : PT. TITO ARSITO KONTRINDO (Sekayu-Muba,)

Kemudian pada APBD 2019

Nama Kegiatan : Peningkatan jalan Sp. Desa tanah Abang-purun
Instansi : Dinas pekerjaan umum
Pagu : Rp. 2.000.000.000,.
Hps : Rp.1.999.750.809.76
Pelaksana : CV. TRKAS DAYA MANDIRI ( Palembang)

Lanjut pada APBD 2020

Nama kegiatan : Peningkatan jalan purun-tanah abang
Instansi : Dinas Pekerjaan Umum
Pagu : Rp. 3.000.000.000,.
Hps : Rp. 2.999.813.434.75,.
PT. ANDERLY JAYA MULIA (PALI)

Dari data diatas selama beberapa tahun Pemerintah Kabupaten PALI menganggarkan dana yang sudah direalisasikan pada akses jalan penghubung desa purun ke desa tanah abang mencapai Rp.15.000.000.000,.(Lima belas miliar) dengan volume panjang kurang lebih 10 km. Namun walaupun sudah puluhan miliar anggaran yang direalisasikan pada proyek inprastruktur jalan tersebut belum membuat sarana jalan tetsebut mulus dan sesuai harapan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *