Setelah Bertemu Xi Jinping di Bali, Presiden AS Tak Berpikir China akan Serang Taiwan

INTIP24NEWS.COM – Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa dia tidak melihat China akan menyerang Taiwan dalam waktu dekat. Hal itu dikatakan Biden setelah dia mengadakan pertemuan “langsung dan langsung” dengan pemimpin China Xi Jinping.

Kedua pemimpin bertemu langsung di Bali, Indonesia, di sela-sela KTT G20.

“Saya tidak berpikir ada upaya segera [dari pihak] China untuk menyerang Taiwan,” kata Biden pada konferensi pers singkat.

“Kami ingin masalah lintas selat diselesaikan.” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Pemimpin AS itu mengemukakan, tindakan pemaksaan yang semakin agresif oleh Beijing terhadap Taipei, namun begitu kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah.

Sementara itu, media AS melaporkan Kongres AS telah bersiap-siap untuk mengajukan ke Taiwan mekanisme yang sama yang telah digunakan Washington untuk mempersenjatai Ukraina selama setahun terakhir.

Pertemuan tiga jam pada Senin sore itu adalah yang pertama bagi kedua pemimpin sejak Biden menjadi presiden AS pada 2021. Obrolan tatap muka terakhir mereka dilakukan di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 2017 lalu.

Mendampingi Biden dalam pertemuan tersebut adalah Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, dan Menteri Keuangan Janet Yellen.

Biden mengatakan kepada wartawan bahwa Blinken akan mengunjungi China dalam beberapa bulan mendatang, untuk menindaklanjuti agenda hari Senin itu.

Pemimpin China Xi Jinping menegaskan bahwa
Taiwan sangat penting bagi China, dan merupakan fondasi hubungan Beijing dengan Washington, dan “garis merah pertama yang tidak boleh dilanggar dalam hubungan China-AS,” kata Xi kepada Biden selama pertemuan, seperti disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.

“Kami berharap untuk melihat, dan selama ini berkomitmen untuk, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, tetapi perdamaian dan stabilitas lintas selat dan isu kemerdekaan Taiwan tidak dapat didamaikan seperti air dan api,” kata pemimpin China itu.

Xi juga menyatakan harapan bahwa AS akan “menyesuaikan antara kata-katan dengan tindakannya” dan mematuhi kebijakan ‘Satu China’ dan tiga komunike bersama yang telah ditandatangani dengan Beijing.

Pemerintah di Beijing menganggap Taiwan bagian dari wilayah kedaulatan China.
Sejak 1949, bagaimanapun, pulau itu telah diperintah oleh kaum nasionalis yang didukung AS, yang meninggalkan daratan setelah kalah perang saudara dari komunis.

Sumber: RT
Editor: Hasan M

Pos terkait