Tangerang, Intip24News.com – Pembangunan pemagaran SMPN I Legok dipersoalkan warga setempat. Pagar yang sudah lama mengalami pergeseran dan pagar menjadi doyong, akan roboh dikarena ada nya pergerakan tanah dari halaman sekolahan, kontruksi pondasi bukan hanya untuk pondasi pagar saja tetapi sebagai turap atau penopang tanga halaman sekolahan yang posisi lebih tinggi dari badan jalan.
Menurut warga, ppndasi pagar yang terbuat dari batu bata merah sudah tidak layak lagi untuk dipergunakan sebagai pondasi.
Sudah lama menanti dan menunggu hasil pengajuan dari SMPN 1 Legok kepada Dinas Pendidika supaya pagar di revitalisasi.
Alhasil, Pemerintah Kabupaten Tangerang, melihat keberadaan pagar yang mau roboh, SMPN I Legok mendapat pembangunan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang APBD Tahun Anggaran 2026.
Tetapi dari berlangsungnya pekerjaan pemagaran ada yang tidak sesuai dan menjadi soal, “Media Intip24News.com” sebagai kontrol sosial medapati aduan warga, untuk memantau aktivitas pembangunan, pemagaran SMPN I Legok, investigasi di lokasi memang benar, bahwa pondasi yang lama dari bata merah tidak dibuang dan tidak diganti menggunakan batu belah, sebagai mana layaknya kontruksi bangunan.
“Pertanyaan-demi pertanyaan sudah dilakukan Awak Media, untuk menggali siapa sebagai pemenang tender dan penanggung jawab proyek pembangunan pemagaran SMPN I Legok, pengakuan dari pekerja semua menjawab tidak tahu, saya baru ikut kerja ” jawabnya.
“Pada Tahun Anggaran 2026 SMPN I Legok Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang mendapat dua kegiatan, (1. Rehab Ruang Guru SMPN I Legok CV. FATIH KONTRUKSI. Biaya : 768.645.000.000. (2. Pemagaran tidak ada papan proyeknya, lantas yang mengerjakan CV. siapa,,,?
Media Intip24News.com Pada tanggal 25/8/2026 pukul 14.00. Kekantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menyampaikan secara langsung kepada Kepala Bidang SMP, sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK ) menyampaikan apa yang dimaksud oleh masyarakat untuk membongkar total pondasi pagar yang lama digantikan sesuai kontruksi bangunan menggunakan batu belah.
“Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan hanya menjawab ” Iya nanti saya lihat RAB. Dari tanggal 25/8/2026 hingga saat ini tidak ada jawab yang pasti. Media Intip24News.com menghungi lewat telpon maupun WA tidak pernah ada jawaban dari sang Pejabat.
Masyarakat sekitar sekolahan SMPN I Legok mendesak kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, agar pondasi yang lama menggunakan batu bata merah harus dibongkar dan diganti batu belah kalau nekat dan bandel tidak mau bongkar hal ini perlu disampaikan ke Bupati.
Banyak pertanyaan kenapa para pejabat kalau tidak mau berkomunikasi dengan Media sebagai kontrol sosial, para pejabat menggunakan Handphon .
Sedangkan tujuan alat komunikasi yang digunakan para pejabat diyakini dari uang gaji yang bayarkan dari uang rakyat.
Red














































