Sumatera Gelap Gulita: Satu Titik Putus, Enam Provinsi Lumpuh

PALEMBANG| INTIP24 News – Sebanyak 6 provinsi di Sumatera mengalami pemadaman listrik. Ini bukan pemadaman biasa, ini adalah blackout massal yang menunjukan betapa rentannya sistem kelistrikan Sumatera.

Gangguan terjadi sekitar pukul 18.44 WIB ketika sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT) terpisah, menyebabkan Sumatera Bagian Utara mengalami padam total.

Beberapa warga melaporkan waktu sedikit berbeda: di Sumatera Barat, gangguan dirasakan sejak sekitar pukul 18.35 WIB,

Sementara di Padangsidimpuan warga mencatat blackout terjadi pukul 18.45 WIB.

Bacaan Lainnya

Intinya: dalam rentang pukul 18.35–18.50 WIB, seluruh sistem kelistrikan Sumatera bagian utara dan tengah runtuh bersamaan.

PLN mengungkap pemadaman dipicu terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah. Gangguan terjadi setelah jalur transmisi Rumai–Muaro Bungo 275 kV mengalami gangguan.

Jalur transmisi 275 kV ini adalah tulang punggung utama yang menghubungkan aliran listrik dari selatan ke utara Sumatera.
Ketika satu jalur ini putus, sistem tidak punya cadangan yang cukup untuk menopang beban dan efek dominonya langsung menjalar ke seluruh wilayah yang bergantung pada interkoneksi itu.

Arjun Karim, General Manager PLN UID Sumbar, menjelaskan gangguan berasal dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi.

“PLN memprakirakan pemulihan sistem memakan waktu sekitar 6 hingga 8 jam, tergantung kondisi jaringan dan sistem di lapangan,” ujar Ajrun dikutip dari akun Instagram @info.minang, Jumat (22/5/2026).

Dia juga meminta maaf atas kejadian mati listrik di wilayah Sumatra. Menurut Ajrun, tim di lapangan sedang melakukan pemulihan listrik secara bertahap

“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi. Petugas PLN masih melakukan pemulihan sistem secara bertahap di lapangan,” jelas Ajrun

PLN juga menyebut gangguan terjadi pada jaringan transmisi bertegangan 275 kiloVolt, yang merupakan salah satu tulang punggung distribusi listrik antarwilayah. Ketika sistem terpisah, distribusi listrik menjadi tidak stabil karena pasokan dari pembangkit tidak dapat disalurkan secara merata ke seluruh wilayah.

Inilah yang perlu dipahami publik soal sistem kelistrikan Sumatera:
seluruh pulau ini menggunakan satu sistem interkoneksi tunggal. Artinya, semua provinsi “berbagi” satu jaringan listrik yang saling terhubung.

Keuntungannya: efisiensi distribusi
Risikonya: kalau satu titik kritis putus, semuanya ikut jatuh.

Pemadaman listrik dilaporkan terjadi di wilayah Sumatera Utara, Aceh, Jambi, Lampung, dan Sumatera Barat, yang turut merasakan dampak dari gangguan sistem yang terjadi secara terpusat.

Ditambah Riau, total ada enam provinsi yang terdampak malam ini hanya karena satu jalur transmisi di titik Rumai–Muaro Bungo mengalami gangguan. Satu titik lemah, seluruh sistem kolaps. Inilah yang disebut “single point of failure”

Sesuatu yang dalam sistem infrastruktur kritis seharusnya sudah diantisipasi jauh-jauh hari.

PLN menyatakan proses pemulihan masih terus dilakukan dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 jam, tergantung kondisi sistem di lapangan.

ESTIMASI KERUGIAN: BERAPA YANG HILANG SETIAP JAM?

Enam provinsi terdampak berarti mencakup lebih dari 25 juta penduduk, ribuan pabrik, ratusan ribu UMKM, puluhan rumah sakit, dan infrastruktur digital yang sepenuhnya bergantung listrik.

Berdasarkan data PDRB gabungan provinsi terdampak dan referensi kerugian blackout serupa di Indonesia, berikut estimasinya:

Jika blackout berlangsung 5 jam: kerugian ekonomi diperkirakan berkisar Rp 500 miliar hingga Rp 1,5 triliun.

Ini mencakup kerugian langsung UMKM yang tutup mendadak, hilangnya jam produksi industri, biaya bahan bakar genset darurat, kerusakan produk makanan-minuman yang butuh pendingin, serta transaksi digital yang terhenti.

Jika blackout berlangsung 12 jam: kerugian bisa menembus Rp 2–4 triliun. Pada titik ini, industri manufaktur mulai merasakan kerusakan mesin akibat restart mendadak, rumah sakit menguras cadangan bahan bakar UPS, rantai dingin logistik mulai terganggu, dan kepercayaan investor mulai terkikis.

Jika blackout berlangsung 24 jam: estimasi kerugian bisa mencapai Rp 5–10 triliun.

Sektor perbankan dan fintech lumpuh, SPBU kehabisan cadangan daya, distribusi bahan pokok terganggu, dan potensi kerusuhan sosial mulai muncul di area yang tidak terbiasa hidup tanpa listrik.

Sumatera bukan pulau kecil. Ini adalah pulau dengan ekonomi terbesar kedua Indonesia,

Hingga berita ini diturunkan, belum didapat keterangan resmi dari penerintah pusat dan pihak terkait lainnya.

Pos terkait