Tanggapi Kecurigaan Barat, Putin Tegaskan Rusia Tak Miliki Aliansi Mikiter dengan China

Putin, di televisi pemerintah, juga menolak klaim bahwa hubungan Moskow yang lebih dekat dengan Beijing di bidang-bidang seperti energi dan keuangan menandakan ketergantungan Rusia yang semakin besar pada China, menyebut mereka persepsi orang-orang yang cemburu, kata Reuters dalam laporannya itu.

Sambil menyangkal bahwa Rusia dan Beijing menciptakan aliansi militer pada hari Minggu, Putin menuduh kekuatan Barat membangun poros baru seperti Jerman dan Jepang selama Perang Dunia II.

Putin menyebyt Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan sebagai antrean negara yang akan bergabung dengan “NATO global” dan merujuk pada perjanjian pertahanan yang ditandatangani Inggris dan Jepang awal tahun ini.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengunjungi Jepang dan Korea Selatan tahun ini untuk menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara NATO dan mitra di kawasan Indo-Pasifik. Dia juga membahas meningkatnya ketegangan antara Barat dan China, mendesak lebih banyak dukungan militer untuk Ukraina.

Bacaan Lainnya

Sementara Putin selalu menegaskan bahwa invasi Rusia ke Ukraina adalah serangan balik defensif terhadap Barat yang bermusuhan dan agresif, seraya membandingkan perang agresi Rusia di Ukraina dengan melawan Nazi Jerman selama Perang Dunia II.

Baik Ukraina maupun sekutu Baratnya menolak perbandingan serupa dengan Putin itu sebagai sesuatu yang tidak masuk akal, mengkritik Moskow karena berusaha mencaplok wilayah Ukraina dan menghancurkan Ukraina sebagai negara merdeka.

Ukraina menegaskan tidak akan ada pembicaraan damai sampai Rusia menarik diri dari wilayah Ukraina secara keseluruhan. 

Sementara Rusia mengatakan Ukraina harus menerima hilangnya sebagian besar wilayah. 

Sumber: VOA
Editor: Hasan M

Pos terkait