Update Gempa NTT: Korban Tewas 68 Orang, 12.800 Tak Dapat Kembali ke Rumah

Kupang, intip24news.com – Sedikitnya 12.800 orang tidak dapat kembali ke rumah mereka yang rusak disebabkan gempa dahsyat yang mengguncang beberapa kota di Flores, Nusa Tenggara Timur hingga Senin (17/8/2026) pagi WIT.

Gempa berkekuatan 7,7 SR yang terjadi pada dini hari tanggal 15 Agustus itu menewaskan 68 orang dan melukai lebih dari 200 orang.

Diperoleh keterangan dari Direktur Mitigasi Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa jumlah orang yang tidak dapat kembali ke rumah mereka telah meningkat menjadi 12.800 orang pada Senin pagi, tersebar di beberapa kota di Pulau Flores.

Banyak penduduk Flores tidur di luar ruangan pada malam kedua karena takut pulang ke rumah saat ratusan gempa susulan mengguncang wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Tampak beberapa warga di Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo, yang lokasinya paling dekat dengan pusat gempa, berkemah di tenda-tenda darurat yang mereka dirikan menggunakan terpal dan tiang penyangga.

Ribuan orang menunggu bantuan dari pemerintah

Banyak warga di pulau Flores sepanjang hari Senin menghabiskan waktu untuk mencari orang-orang terkasih dan menunggu bantuan di lokasi yang masih belum dapat dijangkau bantuan.

Lebih dari 1.300 rumah rusak dan puluhan bangunan umum, termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan serta kantor pemerintahan juga ikut terdampak.

Dalam pada itu, pada upacara Hari Kemerdekaan Indonesia di ibu kota, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto meminta para peserta untuk mendoakan orang-orang yang terkena dampak bencana di Nusa Tenggara Timur dan wilayah lain di negara ini sambil memimpin mengheningkan cipta secara nasional untuk menghormati para pahlawan kemerdekaan bangsa.

Gubernur NTT Melki Laka Lena telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, yang terhitung mulai 15 Agustus 2026.

Bagi banyak warga, bencana ini menghidupkan kembali kenangan menyakitkan akan gempa bumi dahsyat dan tsunami yang melanda Flores pada tahun 1992, yang menewaskan sekitar 2.500 orang.

Sejumlah wilayah Indonesia kerap mengalami gempa bumi karena lokasinya berada di sepanjang “Cincin Api” Pasifik, sebuah busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.

Gempa berkekuatan 9,1 skala Richter pada tahun 2004 terjadi di lepas pantai Sumatera dan memicu tsunami yang menewaskan 220.000 orang di wilayah provinsi Aceh dan sekitarnya.



Pos terkait