SLEMAN, intip24news.com – Seorang pasien perempuan berinisial Bu meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 20 hari di ruang ICU RSUD Prambanan, Kabupaten Sleman.
Kematian pasien tersebut kini menyisakan pertanyaan besar bagi keluarga. Bukan soal takdir, keluarga sudah ikhlas. Yang mereka tagih adalah kejelasan kronologi medis selama 20 hari perawatan.
Pasien Bu awalnya masuk RSUD Prambanan untuk mendapatkan perawatan. Karena kondisinya memburuk dan membutuhkan pemantauan intensif, dokter memutuskan pasien harus dipindahkan ke ruang ICU.
Sejak hari pertama masuk ICU, keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya kepada tim medis. Selama 20 hari itu, keluarga setia menunggu di luar ruang ICU, berharap ada perkembangan baik.
Namun setelah 20 hari berjuang, nyawa Bu tidak tertolong. Pasien dinyatakan meninggal dunia di ruang ICU RSUD Prambanan.
Keluarga Pertanyakan 3 Hal Penting:
- Diagnosa Penyakit Tidak Jelas
Selama 20 hari, keluarga mengaku tidak mendapat penjelasan utuh tentang diagnosa pasti pasien. Penjelasan yang disampaikan dinilai tidak konsisten dan sulit dipahami keluarga awam. - Dokter Penanggung Jawab Sulit Ditemui
Keluarga mengaku jarang bisa berkomunikasi langsung dengan dokter penanggung jawab pasien. Informasi perkembangan pasien lebih sering disampaikan oleh perawat jaga secara singkat. - Kronologi Tindakan Medis 20 Hari Tidak Terbuka
Keluarga ingin tahu rekam medis lengkap: obat apa yang diberikan, tindakan apa yang dilakukan, hasil laboratorium apa, dan perkembangan pasien dari hari ke hari.
“Kami bukan mencari kesalahan. Kami hanya ingin tahu, ibu kami sakit apa, sudah ditangani bagaimana selama 20 hari di ICU. Kami butuh penjelasan yang lugas dan jujur. Itu hak kami sebagai keluarga,” kata perwakilan keluarga.
Kasus ini menambah daftar pertanyaan publik terhadap pelayanan RSUD Prambanan. Sebelumnya, RSUD Prambanan juga sempat disorot terkait kasus meninggalnya balita Naura Dwi Meydita Putri setelah menjalani sedasi untuk CT Scan pada akhir April 2026.
Publik berharap RSUD Prambanan tidak alergi kritik dan mampu memberikan klarifikasi resmi yang transparan. Rumah sakit plat merah harus menjadi contoh pelayanan yang profesional, transparan, dan humanis.
Transparansi rekam medis dan komunikasi yang baik antara dokter dan keluarga adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
Hingga berita ini ditulis, manajemen RSUD Prambanan belum memberikan pernyataan resmi terkait meninggalnya pasien Bu setelah 20 hari dirawat di ICU.
Keluarga berharap ada itikad baik dari pihak rumah sakit untuk mengundang keluarga, menjelaskan kronologi lengkap, dan menunjukkan rekam medis secara terbuka.
(Red)











































