“Pencalonan Gibran difasilitasi oleh keputusan kontroversial Mahkamah Konstitusi pada bulan Oktober yang melonggarkan persyaratan usia minimum untuk calon presiden dan wakil presiden,” tulis Al Jazeera.
Meskipun pengadilan pada prinsipnya menjunjung batas usia minimal 40 tahun, para hakim membuat pengecualian yang memperbolehkan pejabat yang berusia minimal 35 tahun untuk mencalonkan diri, memungkinkan Gibran menjadi pasangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang maju mencalonkan diri menjelang pemilu 14 Februari 2024.
Keputusan tersebut menimbulkan kontroversi karena Ketua Mahkamah Konstitusi saat itu, Anwar Usman, adalah saudara ipar Jokowi.
Usman dicopot dari jabatannya setelah komite etik Mahkamah Konstitusi menyatakan dia bersalah karena tidak mengundurkan diri dari keputusan tersebut, meskipun putusan tentang persyaratan usia tetap diperbolehkan.
Dengan banyaknya pertanyaan mengenai legitimasi pencalonan Gibran dan kesesuaiannya untuk menjabat, debutnya di panggung debat pada Jumat malam telah ditunggu-tunggu.
“Langsung saja: Debat ini dimenangkan Gibran. Sejauh ini, ekspektasi terhadap Gibran masih sangat rendah. Pada dasarnya Gibran belum pernah diuji. Dalam debat presiden pertama, dia tampak seperti orang aneh: seorang siswa sekolah menengah yang dikelilingi oleh politisi dan gubernur kawakan,” Yohanes Sulaiman, dosen Universitas Jenderal Achmad Yani di Jawa Barat, mengatakan kepada Al Jazeera.
“Dalam debat kali ini, performanya jauh lebih baik dibandingkan dua orang yang saya perkirakan akan menyantapnya untuk makan siang, yaitu Mahfud MD dan Muhaimin. Yang jelas dia sudah siap, percaya diri, dan sudah menguasai materi, mungkin sudah dilatih secara menyeluruh oleh tim persiapan debatnya,” ia menambahkan.
Seperti dilaporkan, debat kedua dari lima debat yang disiarkan televisi, dan yang pertama menampilkan calon wakil presiden, difokuskan pada perekonomian, termasuk isu-isu seperti pajak, perdagangan, pengelolaan anggaran negara, infrastruktur dan perencanaan kota.
Dandy Rafitrandi, ekonom di lembaga think tank Center for Strategic and International Studies, mengatakan pertanyaan yang diajukan panel ahli cukup spesifik dan mengharuskan setiap kandidat memahami topik ekonomi.
















































