INTIP24 – Menepis tuduhan kurangnya pengalaman dan nepotisme, Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo (Jokowi) yang berusia 36 tahun, mendominasi panggung meskipun berhadapan dengan kandidat yang lebih berpengalaman.
Saat para calon wakil presiden naik ke panggung untuk debat presiden kedua yang disiarkan televisi pada hari Jumat, semua mata tertuju pada Gibran, mungkin calon wakil presiden paling kontroversial dalam sejarah Indonesia.
Penilaian para pengamat secara umum adalah penampilan Gibran di panggung debat jauh melebihi ekspektasi.
Al Jazeea mengutip pernyataan Alexander Arifianto, peneliti di S Rajaratnam School of International Studies di Singapura (RSIS) yang mengungkapkan bahwa Gibran menepis keraguan bagi sebagian orang.
“Kesan saya secara keseluruhan adalah bahwa setiap orang yang ragu-ragu dan mengira Gibran adalah seorang petinju ringan yang tidak tahu apa-apa telah terbukti sepenuhnya salah,” Alexander Arifianto mengatakan kepada Al Jazeera.
“Dia sangat siap untuk debat dan menunjukkan bahwa dia memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai isu-isu ekonomi. Jauh lebih baik dari dua lawannya.”
Al Jazeera menguraikan, sejak mengumumkan pencalonannya pada bulan Oktober, Gibran menghadapi badai kontroversi, termasuk tuduhan sebagai “bayi nepo” dan kelanjutan politik dinasti yang telah lama mengganggu politik Indonesia.
Tanpa pengalaman politik selain dua tahun menjabat sebagai wali kota Surakarta di Jawa Tengah, Gibran dituduh mengikuti jejak ayahnya, Jokowi, juga menjabat sebagai wali kota Surakarta, dan tidak memiliki legacy sebagai birokrat ataupun politikus dibandingkan kandidat pesaingnya. Abdul Muhaimin Iskandar yang menjabat sebagai wakil ketua DPR RI, dan Mahfud MD yang tengah menjabat sebahai menteri bertanggung jawab mengoordinasikan urusan politik, hukum, dan keamanan (Mrnko Polhukam).
















































