AS Gabung Israel, Kirim Pesawat B-2 Siluman Serang 3 Fasilitas Nuklir Iran

INTIP24 News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan serangan AS pertama sebagai pertanda dimulainya negara paman sam itu terlibat langsung membantu Israel dengan mengirim pesawat pembom B-2 siluman dengan sasaran tiga situs fasilitas nuklir Iran.

“Kami telah menyelesaikan serangan kami yang sangat sukses di tiga situs nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan,” tulis Trump.
“Semua pesawat sekarang berada di luar ruang udara Iran. Muatan penuh bom dijatuhkan di situs utama, Fordow. Semua pesawat aman dalam perjalanan pulang.” imbuh Trump.

Menurut pejabat AS, pesawat pembom B-2 siluman dilaporkan menjatuhkan bom penghancur bunker selama penyerbuan di Fordow pada Sabtu (22/6) pukul 03.00 waktu setempat. Sementara kapal selam Amerika meluncurkan lusinan rudal Tomahawk melawan Natanz dan Isfahan. 

Trump memuji operasi militer, menambahkan: “Selamat kepada prajurit besar Amerika kita. Tidak ada militer lain di dunia yang bisa melakukan ini.”

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan yang sama, pemimpin AS itu mendesak Teheran untuk tidak membalas dan terlibat dalam pembicaraan, mengklaim itu sekarang “waktu untuk perdamaian.”

Sementara itu, Teheran menuduh Washington melakukan pelanggaran berat hukum internasional dan perjanjian non-proliferasi nuklir setelah militernya bergabung dengan pasukan Israel dalam kampanye serangan udara selama seminggu melawan fasilitas nuklir Iran dan situs militer.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi telah mengutuk serangan udara AS sebagai pelanggaran semua perjanjian internasional, yang menyatakan bahwa “Iran mencadangkan semua opsi untuk mempertahankan kedaulatan, kepentingan, dan orang -orangnya.”

Teheran sebelumnya telah memperingatkan Washington dan pihak ketiga lainnya agar tidak bergabung dengan konflik, mengancam akan menargetkan setiap aset yang bermusuhan dan pengiriman senjata menuju Israel.

Dalam pada itu, juru bicara Houthi Yaman juga telah memperingatkan bahwa jika AS terlibat, kelompok itu “akan menargetkan kapal perangnya di Laut Merah.”

Israel meluncurkan operasinya yang sedang naik daun sebagai pemogokan “pre-emptive”, yang seharusnya bertujuan untuk mencegah Republik Islam dari memperoleh bom nuklir.

Teheran, yang secara konsisten menyatakan bahwa program nuklirnya damai, menyebut serangan itu tindakan perang dan telah merespons dengan serangan rudal dan drone sendiri.

Pemogokan Israel telah menewaskan sedikitnya 430 warga Iran dan melukai lebih dari 3.500 warga sipil sejauh ini, menurut kementerian kesehatan Iran.
Pejabat Israel telah melaporkan 25 kematian dan lebih dari 2.500 cedera.

Pihak berwenang Iran mengkritik Washington karena secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap situs yang telah beroperasi di bawah pengawasan inspektur internasional.

“Tindakan ini … sayangnya dilakukan dalam bayang -bayang ketidakpedulian dan bahkan dengan dukungan Badan Energi Atom Internasional,” kata pernyataan itu.

Militer Iran sebelumnya telah memperingatkan Washington dan pihak ketiga lainnya agar tidak bergabung dengan konflik, mengancam akan menargetkan setiap aset yang bermusuhan dan pengiriman senjata menuju Israel.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya,
Israel memulai operasinya yang sedang memanas pada 13 Juni sebagai pemogokan “pre-emptive”, yang seharusnya bertujuan untuk mencegah Republik Islam memperoleh bom nuklir.

Teheran, yang secara konsisten menyatakan bahwa program nuklirnya damai, menyebut serangan itu sebagai tindakan perang dan merespons dengan serangan rudal dan drone sendiri.

Tiga sasaran pemboman pesawat siluman AS, diantaranya;

AS dilaporkan melanda tiga situs nuklir Iran pada 22 Juni 2025 pukul 03.00 waktu setempat.

  1. Natanz: Fasilitas Pengayaan Uranium Utama, dengan komponen permukaan dan bawah tanah.
    AS mengklaim kerusakan yang signifikan;
    Tanggapan Iran tidak jelas.
  2. FORDO: Situs pengayaan bawah tanah yang dibentengi di dekat Qom.
    AS menegaskan itu “dilenyapkan”;
    Iran mengklaim “tidak ada kerusakan yang tidak dapat diubah.”
  3. Isfahan: Pusat Teknologi Nuklir, termasuk fasilitas konversi uranium.
    Ditargetkan, tetapi kerusakan spesifik tidak dirinci oleh kedua pihak.

Klaim yang saling bertentangan menimbulkan ketidakpastian tentang dampak dari kerusakannya.

Sumber: RT
Penyunting: Hasan M

Pos terkait