INTIP24NEWS | JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan
Peraturan Presiden (Perpres) No 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting (kekerdilan anak) pada 5 Agustus 2021 yang baru lalu.
Dengan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang ditunjuk menjadi ketua pengarah program percepatan penurunan stunting inu. Gejala stunting di masyarakat yang terjadi di mana satu dari tiga balita saat ini mengalami stunting atau sekitar 27 persen.
Dengan 14 persen di tahun 2024 bisa teratasi maka kita punya waktu 3 tahun dari sejak Perpres tersebut ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 5 Agustus 2021.
Adapun kelompok sasaran dalam
percepatan penurunan stunting dalam
aturan tersebut, yaitu remaja calon pengantin, ibu hamil dan menyusui serta anak usia rentan 0 hingga 1000 hari.
Terkait dengan hal itu, Sekjen Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) B. Wadja.S.SH sangat mengapresiasi dan mendukung program Revolusi Millenial menuju Zero Stunting pada Sabtu 22 Januari 22.
Menurutnya, komunitas Asa Hari Depan (Ahad), agar anak Indonesia sebagai pemilik masa
depan bangsa butuh perhatian gizi dan
kesehatan anak segera mungkin guna memiliki manusia Indonesia yang berkualitas dimasa mendatang menuju persiapan generasi emas tahun 2045 rakyat pintar negara makmur.
Perpres No 72 tahun 2021 menyebutkan bahwa strategi nasional dalam percepatan penurunan stunting dilaksanakan agar mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan pada 2030. Dengan pencapaian target untuk tujuan pembangunan yang dilaksanakan melalui pencapaian target nasional
Namun jika hal ini tidak segera ditangani dengan
serius akan merupakan ancaman serius bangsa
Indonesia untuk memiliki daya saing
dengan bangsa lain tentunya dalam kesetaraan
kemampuan berpikir tumbuh kembang
otak anak pada era masa depan,” ucapnya.
Oleh sebab itu, menanggapi stunting menurut B. Wadja perlu mendapat perhatian dalam hal ini tidak cukup menjadi tanggung jawab pemerintah saja, dan tentunya mengikut sertakan elemen
masyarakat lainnya guna mencapai target
Stunting 14 persen menuju tahun 2024
seperti yang dicanangkan Bapak Presiden
R.I H.Ir Joko Widodo,” Jelasnya.
Lebih lanjut Sekjen AWDI B.Wadja.S.SH menjelaskan, “dalam menyongsong Hari Kesehatan Dunia pada 7 April tahun 2022 yang akan datang kami telah lakukan diskusi di sela daring bersama Tim Organisasi Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia AWDI pada 21 Januari 2022 dengan tema “Manusia Indonesia memasuki persaingan global bersama,” tutupnya.
Ditempat berbeda, hal senada juga disampaikan oleh Ahli Gizi DR. Carmen Siagian M.S,SpGk
yang saat ini beliau sedang berada di Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur mengatakan, “Indonesia kiní tengah dihadapi tantangan
di berbagai sektor, di antaranya masalah
kesehatan, khususnya pada anak, dalam
penanggulangan gizi buruk hal stunting
atau gagal tumbuh kembang.
Bila program stunting tidak ditangani
segera mungkin, ini akan menjadi ancaman terhadap kualitas manusia
Indonesia dimasa mendatang, terutama
terhadap kemampuan daya saing dengan
menurunnya angka stunting oleh karena itu Pemerintah harus segera mungkin melakukan hal yang terbaik terhadap Gizi untuk nak anak Indonesia kedepannya sebelum stunting menjadi ancaman,” Ujarnya.
Carmen menjelaskan, di dalam memperingati Hari Kesehatan tahun 2022 ini, Carmen berharap manusia Indonesia tentunya lebih berkualitas dimasa yang akan datang, terutama memiliki kemampuan daya saing.
Penurunan angka stunting tentu bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi perlu keterlibatan semua stake holder dengan memberdakan komponen masyarakat
dan membekalinya dengan pengetahuan, ” Ucapnya.
Oleh karena itu, Ketua pendiri Komunitas Asa Hari Depan (AHaD) DR.dr. Carmen Siagian.,M.S.,SpGK yang merupakan ahli gizi menambahkan, “guna
menanggulangi anak gagal tumbuh
atau stunting dalam hasil penelitiannya
diberbagai wilayah tentu dengan problem
dan demografi berbeda oleh sebab itu pemerintah perlu melakukan Revolusi Milenial Menuju Zero stunting, terutama dengan pemberian gizi seimbang ditengah masa Covid 19 yang melanda saat ini,” demikian tutur
Carmen menutup diskusi. (tim)
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menegaskan saat ini, satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting (kekerdilan anak).
“Persoalan ini bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita karena anak-anak itu adalah generasi penerus. Mereka lah masa depan kita,” tutur Wapres.


























































