Presiden Putin secara terbuka mengakui bahwa perluasan lebih lanjut dapat dihindari pada tahap ini. Para anggota pendiri, menurutnya, kini telah bekerja sama selama bertahun-tahun dan mengetahui cara kerja forum tersebut. Para anggota baru perlu menyesuaikan diri dengan metode dan semangat forum, sebelum perluasan lebih lanjut dipertimbangkan.
Dengan begitu banyaknya pemohon keanggotaan, memilih satu negara dan bukan negara lain akan menjadi masalah politik. Jawabannya terletak pada penetapan status kemitraan bagi calon anggota baru.
Bahkan keputusan untuk menawarkan status kemitraan kepada negara-negara tertentu akan memerlukan diskusi intensif karena harus berdasarkan konsensus, dengan masing-masing negara anggota memiliki preferensinya sendiri. Keseimbangan harus ditemukan untuk memastikan bahwa tidak ada negara BRICS yang diuntungkan secara khusus dalam memilih mitra.
Pada pertemuan puncak tersebut, Perdana Menteri Modi telah menyatakan bahwa India siap menyambut negara-negara baru ke dalam BRICS sebagai negara mitra, tetapi menggarisbawahi bahwa semua keputusan dalam hal ini harus diambil secara konsensus, dan pandangan para anggota pendiri BRICS harus dihormati. Ia menambahkan bahwa prinsip-prinsip panduan, standar, kriteria, dan prosedur yang diadopsi selama pertemuan puncak sebelumnya di Johannesburg harus dipatuhi oleh semua pihak.
Tiga belas mitra BRICS baru diterima di Kazan yakni, Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Indonesia, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Turki, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.
Fakta bahwa empat anggota ASEAN telah menjadi mitra sangat penting karena memperluas basis BRICS di Asia Tenggara.
Sebelumnya, Indonesia pada tahun 2023 telah menarik permohonan keanggotaannya. Namun pemerintahan baru yang berkuasa, Indonesia telah memutuskan untuk melanjutkannya.
Aljazair tidak senang karena tidak dapat menjadi anggota saat BRICS diperluas tahun lalu, tetapi kini telah memperoleh status mitra. Dua negara Asia Tengah yang paling berpengaruh juga telah menjadi mitra.
Mereka yang tidak ikut serta mungkin tidak senang, tetapi mereka sudah menjadi anggota SCO, atau secara terpisah menjadi bagian dari forum yang dipimpin Rusia atau Cina. Nigeria dan Uganda merupakan pilihan yang baik dari Afrika.
Dimasukkannya Belarus jelas merupakan preferensi geopolitik Rusia. Amerika Latin diwakili oleh negara-negara yang selama ini menjadi target politik AS. Venezuela bisa saja menjadi pilihan, tetapi tampaknya Brasil tidak mendukungnya. Penyebaran geografis negara-negara mitra baru ini patut diperhatikan.
Masuknya Turki sebagai anggota NATO tampaknya ganjil, tetapi jelas pertimbangan geopolitik sangat memengaruhi keputusan tersebut. Pentingnya geopolitik dan ekonomi Turki bagi Rusia sudah jelas.
India memiliki keraguan tentang Turki yang menjadi mitra karena posisinya yang anti-India terkait Kashmir di Majelis Umum PBB (satu-satunya negara yang melakukannya selain Pakistan) dan di Organisasi Kerja Sama Islam, serta karena perannya dalam menghalangi keanggotaan India di Kelompok Pemasok Nuklir. Akhirnya, India tidak menghalangi Turki untuk menjadi mitra BRICS, hal itu tidak diragukan lagi karena India menghormati preferensi Rusia.






















































