INTIP24NEWS.COM – Bank Dunia memperkirakan gempa dahsyat yang melanda Türki awal bulan lalu telah menyebabkan kerusakan fisik senilai $34,2 miliar atau 500 trilyun ruoiah.
Menurut lembaga perbankan yang berkedudukan di Washington itu, pada Senin lalu mencatat biaya rekonstruksi dan pemulihan yang dihadapi negara tersebut bisa “dua kali lebih besar”.
“Pengalaman kami, kebutuhan rekonstruksi dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat dari perkiraan kerusakan fisik langsung,” menurut Anna Bjerde, wakil presiden Grup Bank Dunia untuk Eropa dan Asia Tengah.
Jumlah tersebut setara dengan 4% dari PDB Türki pada tahun 2021, dan tidak termasuk kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi yang sama di Suriah utara, kata para analis, seraya menambahkan bahwa perkiraan biaya di sana akan dirilis akhir pekan ini.
Menurut perkiraan Bank Dunia, bencana tersebut juga akan memangkas setidaknya setengah poin persentase dari pertumbuhan produk domestik bruto Türki pada tahun 2023, yang awalnya ditetapkan antara 3,5% dan 4%.
Seperti diketahui, pada tanggal 6 Februari, Türki dan tetangganya Suriah dilanda gempa bumi besar, dengan jumlah korban tewas gabungan saat ini diperkirakan mencapai 44.300.
Gempa berkekuatan 7,8 dan 7,5, yang paling mematikan dalam sejarah Turki modern, menyebabkan jutaan orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, sementara banyak yang kehilangan tempat tinggal setelah ribuan bangunan runtuh.
Menurut Bank Dunia, peristiwa bencana tersebut diikuti oleh hampir 7.500 gempa susulan, menciptakan bencana terbesar dari jenisnya yang melanda negara itu dalam lebih dari delapan dekade.
Sumber: RT
Editor: Hasan M
























































